Senin, 1 Juni 2026

Sumatera Blackout

Usai Blackout Sumatera, Kini Warga AS Dilanda Blackout Massal Dua Kali dalam Sepekan

Blackout melanda Kepulauan Virgin AS dua kali sepekan, puluhan ribu warga terdampak, sistem listrik tua dinilai tak andal.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Kepulauan Virgin AS alami blackout dua kali dalam satu akhir pekan, memengaruhi puluhan ribu warga St. Thomas dan St. John. 
  • WAPA menyebut hilangnya kapasitas pembangkit jadi pemicu. 
  • Infrastruktur tua, badai, dan minim energi terbarukan memperburuk kondisi. Publik mendesak perbaikan sistem listrik

TRIBUNNEWS.COM - Pemadaman listrik total atau blackout tidak hanya terjadi di Indonesia.

Wilayah Amerika Serikat juga mengalami gangguan serupa setelah dua pulau di Kepulauan Virgin AS, yakni St. Thomas dan St. John, mengalami pemadaman listrik total sebanyak dua kali dalam satu akhir pekan.

Warga AS Dilanda Blackout Massal Dua Kali dalam Sepekan

Blackout terbaru terjadi pada Minggu (31/5/2026) dini hari waktu setempat.

Insiden ini menjadi pemadaman kedua dalam akhir pekan yang sama di tengah meningkatnya frekuensi gangguan listrik yang dialami wilayah teritori Amerika Serikat tersebut.

Otoritas Air dan Listrik Kepulauan Virgin (Virgin Islands Water and Power Authority/WAPA) menyatakan bahwa pemadaman disebabkan oleh hilangnya kapasitas pembangkit listrik di salah satu fasilitas pembangkit utama.

Pemadaman pertama terjadi pada Sabtu malam.

Meskipun petugas berhasil memulihkan pasokan listrik sepanjang malam, blackout kembali terjadi hanya beberapa jam kemudian.

St. Thomas, pulau utama di wilayah tersebut, dihuni lebih dari 42.000 penduduk.

Sementara itu, sekitar 4.000 orang lainnya tinggal di St. John, sehingga puluhan ribu warga terdampak gangguan listrik berulang tersebut.

Pemadaman Listrik Sering Terjadi

Dalam beberapa tahun terakhir, pemadaman listrik semakin sering terjadi di Kepulauan Virgin AS.

Kondisi ini memicu gelombang keluhan warga di media sosial yang mendesak pemerintah segera memperbaiki sistem kelistrikan yang dianggap tidak stabil.

Gubernur Albert Bryan Jr. sebelumnya telah berjanji menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengalokasikan sekitar 100 juta dolar AS dari dana federal untuk mendukung perusahaan utilitas yang tengah menghadapi berbagai masalah operasional.

Namun demikian, WAPA masih kesulitan menyediakan layanan yang andal.

Pada April lalu, pejabat perusahaan menjelaskan kepada legislatif bahwa pemadaman listrik disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari badai, kekurangan peralatan, kapasitas pembangkit yang lemah, kerusakan peralatan, hingga bertahun-tahun penundaan pemeliharaan infrastruktur.

Data Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat menunjukkan lebih dari separuh unit pembangkit berbahan bakar minyak di wilayah tersebut telah berusia lebih dari 25 tahun.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved