Sumatera Blackout
Usai Blackout Sumatera, Kini Warga AS Dilanda Blackout Massal Dua Kali dalam Sepekan
Blackout melanda Kepulauan Virgin AS dua kali sepekan, puluhan ribu warga terdampak, sistem listrik tua dinilai tak andal.
Akibat gangguan tersebut, sistem kelistrikan Sumatra terpisah menjadi dua bagian. Wilayah selatan yang memiliki pasokan pembangkit cukup tetap stabil sehingga daerah seperti Palembang dan Lampung tidak mengalami pemadaman. Sementara itu, wilayah utara mengalami kekurangan pasokan listrik yang berujung pada gangguan besar.
"Akhirnya pembangkit-pembangkit di bagian utara trip semua, sehingga pelanggan-pelanggan kami di Jambi, di Riau, Sumbar, Sumut, dan Aceh mengalami pemadaman," imbuhnya.
PLN juga masih menghitung total kerugian akibat insiden tersebut, termasuk biaya perbaikan jaringan yang rusak.
"Ya tentu kita melakukan perbaikan di sistem jaringan itu gitu ya. Jadi kita akan coba ganti kabelnya, karena ada yang putus tadi, biar kita pakai pressan yang baru lagi," pungkasnya.
Baca juga: Blackout di Sumatera, Anggota Komisi VI DPR Tekankan Pentingnya Penguatan Infrastruktur Listrik
Polisi Pastikan Tidak Ada Sabotase
Di tengah beredarnya spekulasi mengenai kemungkinan sabotase, Bareskrim Polri memastikan bahwa blackout tidak disebabkan oleh unsur kesengajaan.
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan gangguan berasal dari kerusakan jaringan transmisi akibat faktor cuaca ekstrem.
"Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut," ujar Nunung di Bareskrim, Senin (25/5/2026).
Penyelidikan menemukan titik gangguan berada pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumpeh di wilayah Jambi. Gangguan tersebut memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan yang kemudian berdampak pada pemadaman di berbagai daerah.
"Berdampak pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatra meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan," imbuhnya.
Polisi juga mendalami laporan warga yang mengaku mendengar suara ledakan sebelum pemadaman terjadi. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan kabel yang ditemukan tidak memiliki karakteristik sabotase.
"Kenapa kami bisa memastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut, ya," pungkasnya. (ABC News/AP/Tribunnews)