Selebrasi Lokal
Protes Masalah Gaji, Serikat Guru Meksiko Rusak Dekorasi Piala Dunia 2026
Amukan para demonstran dalam aksi unjuk di Meksiko tersebut menyasar pada dekorasi patung Piala Dunia 2026.
Ringkasan Berita:
- Serikat guru Meksiko yang bergabung dengan CNTE merobohkan dan membakar tiga patung dekorasi Piala Dunia 2026 di jalan utama Mexico City
- Aksi dilakukan sebagai bentuk protes penolakan atas kesepakatan kenaikan 9 persen antara pemerintah dan pimpinan resmi serikat.
- Demonstran mengancam akan menggelar aksi massal yang lebih besar pada pembukaan Piala Dunia tanggal 11 Juni mendatang jika pemerintah tidak segera merespons tuntutan hak ketenagakerjaan mereka
TRIBUNNEWS.COM - Kelompok guru yang tergabung dalam serikat pekerja pendidikan nasional (CNTE) menggelar aksi unjuk rasa dengan merobohkan patung-patung pemain sepak bola yang selama ini dipajang sebagai dekorasi Piala Dunia 2026 di jalan utama Mexico City pada hari Selasa waktu setempat (2/6/2026).
Aksi protes ini juga diwarnai dengan ancaman demonstrasi massal berskala lebih besar yang ditargetkan akan terjun ke lapangan pada pembukaan turnamen akbar Piala Dunia pada 11 Juni mendatang.
Melansir dari AFP, Demonstrasi dengan skala lebih besar dikabarkan akan dilakukan apabila pemerintah setempat tidak kunjung merespons tuntutan hak-hak ketenagakerjaan mereka.
Dekorasi Piala Dunia Dirusak dan Dibakar
Adapun amukan para demonstran dalam aksi unjuk rasa pada Selasa tersebut, menyasar pada patung-patung plastik setinggi lima meter yang menampilkan berbagai figur pemain sepak bola dari seluruh dunia.
Dekorasi Piala Dunia 2026 tersebut, diketahui menghiasi jalan raya Paseo de la Reforma yang dipenuhi pepohonan rindang dan dikelilingi deretan gedung pencakar langit.
Menggunakan tambang, massa menarik jatuh tiga patung, melucuti seragamnya, lalu membakarnya.
Adapun beberapa patung yang dirubuhkan mewakili timnas dari negara Belgia, Prancis, dan Spanyol.
Sementara itu, patung yang mengenakan seragam tim nasional Meksiko dibiarkan tetap berdiri tegak.
Aparat kepolisian setempat terpantau tidak melakukan intervensi saat perusakan tersebut berlangsung.
Di sela-sela aksi protes, massa meninggalkan sejumlah coretan grafiti berwarna merah pada patung manekin yang telah ditelanjangi.
Coretan tersebut berbunyi "Hidup CNTE," sementara coretan lain di sebelahnya menegaskan pesan peringatan berbunyi, "Jika tidak ada solusi, bola tidak akan bergulir."
Baca juga: Jelang Piala Dunia, Pemerintah India Cabut Patung Emas Messi dari Kolkata
Tuntutan Gaji dan Penolakan Aturan Pensiun
Aksi turun ke jalan ini dipicu oleh ketidakpuasan serikat guru CNTE yang menuntut kenaikan gaji sebesar 100 persen serta menentang keras wacana reformasi pensiun.
Mereka secara tegas menolak kesepakatan kenaikan upah sebesar sembilan persen yang sebelumnya telah disepakati oleh pihak pemerintah dan pimpinan resmi serikat pekerja tersebut.
Akibat unjuk rasa pada hari Selasa itu, sejumlah akses jalan terpaksa ditutup sehingga memperparah kondisi kemacetan lalu lintas di ibu kota yang sudah terkenal padat.
Kekecewaan para guru terhadap respons negara sangat terasa di lapangan.
Hal ini disampaikan secara lantang oleh salah satu guru yang berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut.
"Jika Sheinbaum (Presiden Meksiko) menyebut penumbangan beberapa patung sebagai kejahatan, apa yang akan dia sebut dari tindakan merampas hak-hak kami? Kami harus lebih tegas," kata Juan Pablo de la Cruz, seorang guru berusia 44 tahun di antara para pengunjuk rasa.
Respons Pemerintah Meksiko
Menanggapi rentetan insiden perusakan tersebut, Presiden Claudia Sheinbaum pada hari Selasa menyebut aksi protes itu berjalan damai, sementara pihak pemerintah melalui pernyataan resminya mengimbau agar dialog antara kedua belah pihak dapat segera dilanjutkan kembali.
Ketegangan di ibu kota sebenarnya sudah memanas sejak hari Senin (1/6/2026), ketika pihak kepolisian terpaksa membubarkan pawai pergerakan CNTE lainnya menggunakan tembakan gas air mata dan granat suara.
Bentrokan itu terjadi di dekat alun-alun Zocalo yang ikonis, sebuah lokasi sentral yang rencananya akan digunakan untuk menjadi tuan rumah acara Fan fest selama turnamen sepak bola itu berlangsung.
Mengantisipasi eskalasi massa, kepolisian terus menutup rapat area alun-alun tersebut dengan barikade logam hingga Selasa, mengingat Meksiko tengah bersiap menjadi sorotan global sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia dengan Amerika Serikat dan Kanada.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BENDERA-TIMNAS-MEKSIKO-Grafis-Bendera-Timnas-Meksiko-di-Piala-Dunia-2026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.