Sosok Henry Nowak, Mahasiswa Inggris yang Tewas setelah Diborgol Polisi saat Mengaku Ditikam
Henry Nowak tewas ditikam pada Desember 2025, sementara polisi sempat memborgolnya karena seorang pria melaporkannya atas tuduhan rasisme.
Dalam rekaman video, Nowak yang sudah diborgol berulang kali mengatakan kepada polisi dirinya telah ditikam.
Ia juga mengeluhkan kesulitan bernapas.
Namun, petugas tidak mempercayainya.
“Kamu ditusuk? Di mana?” tanya petugas tersebut dalam rekaman video.
“Kurasa tidak, kawan.”
Menurut hakim, polisi menangkap dan memborgol Nowak selama sekitar satu menit sebelum akhirnya menyadari bahwa benar Nowak mengalami luka serius dan mulai memberikan pertolongan pertama.
Dilansir The New York Times, Independent Office for Police Conduct (IOPC), lembaga pengawas independen kepolisian Inggris, mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki tindakan para petugas yang terlibat dalam kasus tersebut.
Kasus ini kemudian semakin dipolitisasi di media sosial.
Politikus populis sayap kanan Inggris, Nigel Farage, mengklaim bahwa respons awal polisi merupakan bukti adanya prasangka anti-kulit putih.
Ia juga mendorong para pengikutnya di media sosial untuk merespons kasus tersebut dengan kemarahan yang terkendali.
Sementara itu, Elon Musk telah beberapa kali mengomentari kasus ini dalam unggahannya selama beberapa pekan terakhir.
Setelah Digwa divonis pada Senin, Mark Nowak mengatakan di luar pengadilan bahwa putranya tidak meninggal dengan bermartabat dan mengkritik cara polisi memperlakukannya.
Namun, ia menegaskan bahwa keluarganya tidak ingin kematian Henry digunakan untuk memicu perpecahan, kebencian, atau ketegangan lebih lanjut.
Hakim Bantah Klaim Rasisme
Digwa dinyatakan bersalah atas pembunuhan oleh Pengadilan Mahkota Southampton.
Mengutip NBC News, Hakim William Mousley mengatakan kepada Digwa ia tidak percaya Nowak pernah mengucapkan kata-kata rasis kepadanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Henry-Nowak-kiri-yang-tewas-ditikam-oleh-Vickrum-Digwa.jpg)