Iran Vs Amerika Memanas
Trump Kena Teguran Langka dari DPR AS Buntut Perang Iran Telan Biaya 29 Miliar Dolar AS
DPR AS menegur Trump soal perang Iran yang menelan biaya 29 miliar dolar AS dan memicu perpecahan Partai Republik.
Mereka adalah Thomas Massie dari Kentucky, Warren Davidson dari Ohio, Brian Fitzpatrick dari Pennsylvania, dan Tom Barrett dari Michigan.
Thomas Massie yang selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik perang paling vokal langsung merayakan hasil pemungutan suara tersebut.
"DPR mengirim pesan: akhiri perang ini," tulis Massie melalui media sosial.
Tom Barrett menegaskan dukungannya karena menilai kewenangan presiden untuk bertindak tanpa persetujuan Kongres sudah melewati batas waktu yang diizinkan.
"Kini saatnya Kongres menentukan ruang lingkup misi dan batas penggunaan kekuatan di Iran," kata Barrett.
Biaya Perang Tembus 29 Miliar Dolar AS
Baca juga: Sempat Dicaci Trump, Netanyahu Jelaskan Hubungan AS-Israel Baik-Baik Saja Tegaskan Tetap Kompak
Selain korban jiwa, perang juga membawa beban ekonomi yang semakin besar.
Sejumlah laporan yang dikutip media AS memperkirakan biaya perang telah mencapai sekitar 29 miliar dolar AS.
Biaya tersebut mencakup operasi militer, pengerahan pasukan, sistem pertahanan udara, hingga penggantian amunisi yang digunakan selama konflik.
Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) sebelumnya memperingatkan bahwa sejumlah stok senjata penting mulai menipis.
Rudal Tomahawk, sistem pertahanan THAAD, dan Precision Strike Missile (PrSM) termasuk dalam daftar persenjataan yang penggunaannya melampaui proyeksi penggantian.
Dukungan Publik terhadap Trump Menurun
Penolakan publik terhadap perang juga terus meningkat.
Jajak pendapat Marist Institute for Public Opinion menunjukkan 60 persen warga AS tidak menyetujui penanganan perang Iran oleh Trump.
Angka tersebut naik dari 54 persen pada Maret lalu.
Bahkan di kalangan pemilih Partai Republik sendiri, tingkat ketidaksetujuan meningkat dari 15 persen menjadi 22 persen.
Sebanyak 61 persen responden juga menilai perang tersebut lebih banyak menimbulkan kerugian dibanding manfaat.