Jumat, 5 Juni 2026

Somalia Dilanda Bentrokan Politik Jelang Demonstrasi Oposisi

Bentrokan terjadi di Mogadishu setelah Presiden Hassan Sheikh Mohamud memperpanjang masa jabatannya.

Tayang:
Editor: Tiara Shelavie
Youtube
KERUSUHAN DI SOMALIA - Tangkap layar YouTube AFP News Agency 3 Juni 2026 memperlihatkan warga berhamburan meninggalkan rumah mereka saat suara tembakan terdengar di Mogadishu, ibu kota Somalia. Bentrokan terjadi di Mogadishu setelah Presiden Hassan Sheikh Mohamud memperpanjang masa jabatannya. 

Ringkasan Berita:
  • Bentrokan terjadi di Mogadishu setelah Presiden Hassan Sheikh Mohamud memperpanjang masa jabatannya.
  • Oposisi menilai langkah itu sebagai upaya memusatkan kekuasaan dan menyerukan demonstrasi damai.
  • Pertempuran mereda setelah dialog dimulai, sementara Uni Afrika, Uni Eropa, dan AS menyerukan pengekangan.

TRIBUNNEWS.COM - Kekerasan pecah di ibu kota Somalia, Mogadishu, ketika pasukan pemerintah dan milisi oposisi saling baku tembak menjelang protes anti-pemerintah, merusak bangunan dan memaksa warga mengungsi.

Mengutip Al Jazeera, pertempuran dimulai Rabu (3/6/2026) dan berlanjut hingga Kamis sebelum demonstrasi yang direncanakan menentang keputusan Presiden Hassan Sheikh Mohamud memperpanjang masa jabatannya meski sudah berakhir bulan lalu.

Langkah itu juga menunda pemilu, memicu kemarahan oposisi yang menilai Mohamud berusaha memusatkan kekuasaan. Pemerintah menolak tuduhan tersebut.

Oposisi menyerukan demonstrasi damai pada Kamis.

Associated Press melaporkan banyak orang turun ke jalan dengan pengamanan ketat.

Polisi menyebut kekerasan berasal dari "serangan terorganisir" yang terkait kelompok politik yang ingin merebut kekuasaan.

Ini menjadi gejolak politik terbaru bagi Somalia, yang sejak 2007 berperang melawan kelompok bersenjata al-Shabab.

Baca juga: Perang Iran Vs AS Mulai Reda, Giliran Perompak Somalia yang Beringas

Somalia terakhir menggelar pemilu pada 1969 sebelum dilanda perang saudara lebih dari 30 tahun.

Tembakan dan ledakan terdengar di beberapa distrik Mogadishu.

Warga Abdullahi Mohamed mengatakan: "Kami mendengar senjata berat, dan orang-orang melarikan diri dari rumah mereka." 

Mantan PM Hassan Ali Khaire menuduh pemerintah menggunakan "senjata berat" yang seharusnya dipakai melawan al-Shabab, kini diarahkan ke warga sendiri.

Sejumlah infrastruktur sipil rusak dan pasokan listrik sengaja diputus.

Warga lain melaporkan mortir menghantam rumah tetangga dan kendaraan lapis baja dibakar.

Belum ada laporan resmi korban jiwa. Pertempuran mereda Kamis pagi ketika pemerintah dan oposisi mulai berdialog.

Uni Afrika, Uni Eropa, dan Kedutaan AS menyerukan pengekangan.

Mohamud bukan presiden pertama yang mencoba memperpanjang masa jabatan; pendahulunya, Mohamed Abdullahi Farmaajo, juga bertahan lebih dari setahun setelah mandatnya berakhir pada 2021, memicu kekerasan dan kecaman internasional.

(*)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved