Jepang dan Indonesia Mulai Bahas Ekspor Kapal Perusak Kelas Asagiri
Jepang dan Indonesia mulai membahas kemungkinan transfer kapal perang kelas Asagiri untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Jepang dan Indonesia sepakat memulai pembahasan teknis terkait kemungkinan transfer kapal perusak pengawal kelas Asagiri milik Jepang
- Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Shinjiro Koizumi dan Sjafrie Sjamsoeddin di Tokyo
- Jika terealisasi, kerja sama ini berpotensi menjadi salah satu proyek pertahanan terbesar dalam sejarah hubungan kedua negara
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemerintah Jepang dan Indonesia sepakat memulai pembahasan teknis terkait kemungkinan ekspor kapal perusak pengawal (destroyer escort) kelas Asagiri milik Jepang kepada Indonesia.
"Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Menteri Pertahanan Jepang dan Menteri Pertahanan Indonesia di Tokyo, Jumat (5/6/2026)," ungkap sumber Tribunnews.com di pemerintahan Jumat ini.
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, dan menyetujui dimulainya pembicaraan tingkat teknis untuk mewujudkan kerja sama tersebut.
Kapal yang menjadi pembahasan adalah kapal pengawal kelas Asagiri milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang. Salah satu kapal dalam kelas tersebut adalah Umigiri.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, dalam pertemuan tersebut Menteri Sjafrie menyampaikan keinginan Indonesia untuk mempercepat realisasi kerja sama peralatan pertahanan dan teknologi, termasuk kemungkinan transfer kapal kelas Asagiri.
Baca juga: Menhan Ingatkan Komcad ASN Ada Musuh Dalam Selimut yang Tak Ingin Birokrasi Indonesia Kuat
Kedua menteri juga sepakat memanfaatkan forum konsultasi teknis yang baru dibentuk pada Mei lalu untuk membahas berbagai aspek kerja sama, tidak hanya terkait pengadaan kapal, tetapi juga pelatihan personel, pemeliharaan, dukungan operasional, dan transfer pengetahuan teknis.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan Jepang yang semakin aktif memperluas kerja sama pertahanan dengan negara-negara mitra strategis.
Setelah melonggarkan aturan ekspor peralatan pertahanan pada April lalu, Jepang mempercepat kerja sama alutsista dengan negara-negara sahabat seperti Filipina, Selandia Baru, dan kini Indonesia.
Bagi Indonesia, rencana kerja sama ini berpotensi memperkuat kemampuan armada laut nasional sekaligus memperdalam hubungan pertahanan dengan Jepang yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang, terutama di bidang keamanan maritim dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Apabila terealisasi, transfer kapal kelas Asagiri akan menjadi salah satu bentuk kerja sama pertahanan terbesar antara Jepang dan Indonesia dalam sejarah hubungan kedua negara.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com