Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Abbas Araghchi Umumkan Iran dan Oman akan Bersama-sama Kelola Selat Hormuz: Memiliki 'Hak Alami'

Iran dan Oman akan bersama-sama mengelola Selat Hormuz sesuai dengan hukum internasional.

Tayang:
Penulis: Nuryanti
Editor: Drajat Sugiri
HO/IST/dok. bbc
SELAT HORMUZ - Iran dan Oman akan bersama-sama mengelola Selat Hormuz sesuai dengan hukum internasional. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan Iran dan Oman akan bersama-sama mengelola Selat Hormuz sesuai dengan hukum internasional.

Araghchi mengatakan Iran dan Oman, sebagai dua negara yang berbatasan dengan jalur air strategis tersebut, memiliki "hak alami" untuk berkoordinasi dan mengambil keputusan terkait pengelolaannya.

Pernyataan Abbas Araghchi ini disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, yang mengutip Al Mayadeen TV dari Lebanon, Kamis (4/6/2026) waktu setempat.

Araghchi mengatakan Teheran akan bertukar pandangan dengan negara-negara Teluk mengenai perkembangan terkait Selat Hormuz.

Namun, ia menekankan bahwa keputusan mengenai pengelolaannya pada akhirnya akan dibuat oleh Iran dan Oman.

Araghchi mengatakan upaya kedua belah pihak bertujuan untuk memastikan jalur aman bagi semua kapal melalui Selat Hormuz sesuai dengan hukum internasional.

Dalam wawancara yang sama, Araghchi mengatakan bahwa komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tetap berlangsung dan arahan beliau diterima "pada waktunya" dan dilaksanakan dengan tepat.

Ia juga mengatakan bahwa terdapat konsensus nasional yang luas seputar kepemimpinan Iran dan bahwa urusan negara berjalan "ke arah yang sangat baik."

Trump Sempat Ancam Oman

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat mengancam sekutu lamanya, Oman, dengan kekuatan militer jika negara itu terlibat dalam sengketa akses pelayaran ke Selat Hormuz, karena perang Washington terhadap Iran sekali lagi berisiko melanda Timur Tengah.

Ancaman Trump pada Rabu (27/5/2026) untuk "meledakkan" Oman muncul ketika Muscat dilaporkan mengadakan pembicaraan dengan Iran tentang pengawasan jalur melalui Selat Hormuz, jalur air strategis yang menangani lebih dari 20 persen lalu lintas minyak global dunia.

“Tidak ada yang akan mengendalikannya,” kata Trump tentang selat itu selama rapat kabinet di Washington, dikutip dari Al Jazeera.

“Ini perairan internasional, dan Oman akan bertindak seperti negara lain, atau kita harus meledakkannya," tegas dia.

Baca juga: Sesi Malam Krusial, Ini Kegiatan H-1 Timnas Voli Putri Indonesia vs Iran di AVC Nations Cup 2026

Namun, meskipun Hormuz adalah selat internasional, sebagian besar wilayahnya terletak di perairan teritorial Iran dan Oman – bukan perairan internasional – dengan sebagian wilayah pinggirannya mencapai perairan teritorial Uni Emirat Arab (UEA).

Samir Puri, seorang dosen tamu studi perang di King's College London, mengatakan ancaman Trump terhadap Oman "benar-benar mengejutkan" dan memperingatkan bahwa hal itu akan "menimbulkan guncangan di seluruh wilayah".

“Oman telah memainkan peran regional yang terampil dalam mencoba untuk tetap terpisah dari beberapa konflik dan menawarkan dukungan mediasi,” kata Puri kepada Al Jazeera.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved