Royal Family
Pangeran Andrew Terlihat Memar di Tengah Penyelidikan dan Sorotan Properti Kerajaan
Prince Andrew terlihat dengan tanda mirip memar di sekitar matanya saat meninggalkan kediamannya di Norfolk.
Ringkasan Berita:
- Prince Andrew terlihat dengan tanda mirip memar di sekitar matanya saat meninggalkan kediamannya di Norfolk.
- Ia masih menghadapi penyelidikan polisi terkait dugaan pelanggaran jabatan publik yang dibantahnya.
- Di saat yang sama, laporan audit mengungkap ia memperoleh pendapatan pribadi dari penyewaan kembali properti di Royal Lodge.
TRIBUNNEWS.COM - Prince Andrew terlihat memiliki tanda yang menyerupai memar di wajahnya saat meninggalkan kediamannya di Norfolk.
Mantan pangeran berusia 66 tahun itu masih menjadi subjek penyelidikan polisi setelah ditangkap pada hari ulang tahunnya pada Februari lalu atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik. Ia membantah melakukan kesalahan apa pun.
Kepala Crown Prosecution Service, Stephen Parkinson, mengatakan kepada Sky News pada 5 Juni bahwa “tidak akan mengejutkan sama sekali” jika penyelidikan terhadap Andrew berlangsung lebih dari satu tahun.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut bukan karena kurangnya urgensi, melainkan karena kompleksitas kasus dan adanya dimensi internasional yang harus dipertimbangkan.
Mengutip LAD Bible, pada Kamis (4/6/2026), Andrew terlihat mengemudi keluar dari Marsh Farm di kawasan Sandringham Estate dengan tanda ungu besar di sekitar matanya.
Menurut laporan media, Andrew ditemani seorang pria lain dan seekor anjing di dalam mobil.
Laporan tersebut menyebut tanda di wajahnya diduga disebabkan oleh kondisi medis yang tidak serius.
Sementara itu, penyelidikan oleh National Audit Office telah menerbitkan laporan mengenai pengaturan properti milik mantan anggota keluarga kerajaan tersebut.
Baca juga: Epstein Files: Polisi Inggris Geledah Rumah Mantan Pangeran Andrew Sehari Usai Penangkapan
Laporan itu mengungkap bahwa Andrew menerima pendapatan pribadi yang sebelumnya tidak dipublikasikan dari penyewaan kembali tiga cottage di kawasan Royal Lodge.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa King Charles III membiayai tempat tinggal bagi kedua putri Andrew, Princess Beatrice dan Princess Eugenie, meskipun keduanya bukan anggota aktif keluarga kerajaan yang menjalankan tugas resmi.
Selama beberapa tahun, biaya sewa yang mereka bayarkan lebih rendah karena penyewa properti Rumah Tangga Kerajaan harus melalui pemeriksaan keamanan.
Nilai sewanya juga dihitung berdasarkan estimasi lama yang tidak lagi mencerminkan harga pasar saat ini.
Mantan menteri dari Partai Liberal Demokrat, Norman Baker, mengkritik temuan tersebut.
“Semua ini sangat keterlaluan. Jika melihat kasus Andrew, ini seperti menambah penghinaan di atas masalah yang sudah ada,” katanya.
“Ini menunjukkan penghinaan total terhadap para pembayar pajak. Bukan hanya karena Andrew bisa menyewa properti besar dengan biaya yang sangat rendah, tetapi juga berpotensi memperoleh jutaan pound dari penyewaan kembali properti tersebut.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pangeran-Andrew-dengan-memar-yang-cuku.jpg)