Kamis, 11 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

CENTCOM Sebut Serangan terhadap Iran Sudah Selesai, Araghchi: Tidak Ada Serangan yang Tidak Dibalas

CENTCOM menyatakan serangan balasan AS terhadap sejumlah fasilitas pertahanan udara Iran di dekat Selat Hormuz telah selesai

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
  • CENTCOM menyatakan serangan balasan AS terhadap sejumlah fasilitas pertahanan udara Iran di dekat Selat Hormuz telah selesai dilakukan setelah jatuhnya helikopter Apache AS.
  • Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa tidak ada serangan atau ancaman terhadap Iran yang akan dibiarkan tanpa balasan.
  • Meski ketegangan meningkat, Gedung Putih menyebut peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih sangat besar.

TRIBUNNEWS.COM - Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukannya telah menyelesaikan serangan terhadap Iran yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS.

CENTCOM memiliki tanggung jawab atas operasi di kawasan Timur Tengah, Asia Tengah, dan sebagian Asia Selatan.

Menurut CENTCOM, jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS berhasil menyerang sistem pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan situs radar pengawasan di dekat Selat Hormuz menggunakan amunisi berpemandu presisi.

"Pasukan CENTCOM menyerang pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan situs radar pengawasan di dekat Selat Hormuz," kata komando tersebut dalam sebuah pernyataan di X pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu (10/6/2026) pagi WIB.

Dilaporkan sebelumnya, sebuah helikopter Apache Angkatan Darat AS jatuh di Selat Hormuz pada Selasa (9/6/2026) pagi, seperti dilansir NY Post.

Trump mengonfirmasi insiden itu saat berbicara kepada wartawan di Bandara JFK, New York.

"Para pilot baik-baik saja. Ya. Tidak ada yang terluka. Kami akan mengeluarkan laporan besok, tetapi para pilot baik-baik saja," katanya.

Dalam pernyataan terpisah, CENTCOM mengatakan kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.30 waktu setempat di lepas pantai Oman saat sedang berpatroli.

CENTCOM menambahkan bahwa dua awak telah diselamatkan dalam waktu dua jam dan dalam kondisi stabil.

Saat itu, belum diketahui apakah helikopter Apache tersebut ditembak jatuh atau mengalami masalah mekanis.

Kecelakaan itu pertama kali dilaporkan oleh New York Times.

Baca juga: Sekjen PBB Prihatin atas Eskalasi di Timur Tengah, Minta Serangan di Lebanon hingga Iran Dihentikan

Dalam pernyataan di media sosial, Donald Trump menyebut jatuhnya helikopter itu disebabkan oleh tembakan Iran.

“Saya baru saja diinformasikan oleh militer hebat kita bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kita yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz,” tulis Trump di Truth Social pada Selasa (9/6/2026).

“Ada dua pilot yang terlibat, keduanya selamat dan tidak terluka. Meskipun demikian, Amerika Serikat harus, tentu saja, menanggapi serangan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan terhadap helikopter tersebut tidak disengaja.

Ia mengindikasikan bahwa insiden itu merupakan semacam kecelakaan, tetapi menambahkan bahwa peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa AS harus meninggalkan Teluk Oman.

“Pasukan asing di dekat wilayah kami selalu berisiko karena kesalahan manusia, kecelakaan biasa, atau berpotensi terjebak dalam baku tembak,” tulis Araghchi di X.

“Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi,” tambahnya.

Helikopter AH-64 Apache, yang harganya lebih dari 35 juta dolar AS per unit, telah beroperasi di sekitar Teluk Oman dan Selat Hormuz untuk menegakkan blokade AS.

Helikopter-helikopter tersebut juga digunakan oleh Uni Emirat Arab untuk menembak jatuh drone Iran selama puncak perang dengan Iran.

Menlu Iran: Tidak Ada Serangan yang Tidak Dibalas

MENLU IRAN - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi saat upacara peringatan untuk mengenang Saba Babaei (Kuniko Yamamura), ibu dari martir Mohammad Babaei di Taman Kota Teheran, Rabu, 12 Juli 2022. AS  dan Iran akan melanjutkan putaran kedua perundingan nuklir pada Sabtu, 19 April 2025 di Roma, Italia. (Foto: Instagram Abbas Araghchi/@araghchi)
MENLU IRAN - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi saat upacara peringatan untuk mengenang Saba Babaei (Kuniko Yamamura), ibu dari martir Mohammad Babaei di Taman Kota Teheran, Rabu, 12 Juli 2022. AS dan Iran akan melanjutkan putaran kedua perundingan nuklir pada Sabtu, 19 April 2025 di Roma, Italia. (Foto: Instagram Abbas Araghchi/@araghchi) (Instagram Abbas Araghchi/@araghchi)

Seakan mengindikasikan bahwa serangan akan terus berlanjut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat bahwa serangkaian serangan terbaru mereka di wilayah selatan Iran tidak akan dibiarkan begitu saja.

Sebelumnya, lembaga penyiaran nasional Republik Islam melaporkan bahwa beberapa lokasi di provinsi selatan Iran telah terkena proyektil AS.

Lembaga tersebut menyebut Pulau Qeshm serta Kabupaten Jask dan Sirik sebagai target serangan.

Araghchi menyampaikan pernyataan itu dalam unggahan di X pada Rabu (10/6/2026) pagi setelah AS menyerang beberapa lokasi di Iran.

"Meskipun mengalami kekalahan di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami," tulis Araghchi.

"Angkatan Bersenjata kami yang perkasa tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan."

"Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman."

"Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk para pendatang asing yang mengganggu."

Gedung Putih Yakin Kesepakatan Iran Hampir Tercapai Meski Ada Serangan

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump masih yakin kesepakatan damai dengan Iran dapat dicapai meskipun AS melakukan serangan balasan terhadap target-target Iran, kata seorang pejabat senior Gedung Putih kepada Politico.

"Tidak ada yang mengubah posisi kesepakatan saat ini," kata pejabat tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Pejabat itu menambahkan bahwa kesepakatan dengan Teheran tetap hampir tercapai.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved