Meta Siapkan Pelatihan Gratis dan Jaminan Kerja untuk Ribuan Pekerja Data Center di AS
Meta meluncurkan program pelatihan gratis selama lima minggu untuk mempersiapkan tenaga kerja di bidang pembangunan dan operasional data center.
Ringkasan Berita:
- Meta meluncurkan program pelatihan gratis selama lima minggu untuk mempersiapkan tenaga kerja di bidang pembangunan dan operasional data center.
- Program senilai 115 juta dolar AS itu menjanjikan pekerjaan bagi peserta yang lulus dan akan dimulai di empat negara bagian Amerika Serikat.
- Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja terampil seiring pesatnya pembangunan pusat data guna mendukung perkembangan AI.
TRIBUNNEWS.COM - Meta Platforms menawarkan pelatihan gratis bagi masyarakat yang ingin bekerja di pusat data (data center) serta menjamin pekerjaan di bidang keterampilan teknis setelah menyelesaikan kursus selama lima minggu.
Mengutip CBS News, raksasa teknologi tersebut mengumumkan pada Senin (8/6/2026) bahwa mereka mengalokasikan dana sebesar 115 juta dolar AS (sekitar Rp2,064 triliun) untuk program tersebut.
Program ini terbuka bagi veteran militer yang memenuhi syarat, individu yang ingin berganti karier, dan siapa saja yang ingin memasuki sektor pekerjaan terampil.
Inisiatif yang diberi nama "America's Workforce Academy" itu akan pertama kali diluncurkan di negara bagian Indiana, Louisiana, Ohio, dan Texas.
Meta menyebut Amerika Serikat saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja di berbagai bidang keterampilan teknis, termasuk teknisi serat optik, tukang las, tukang pipa, teknisi listrik, dan profesi lain yang dibutuhkan untuk membangun pusat data.
"Dengan kredensial yang telah diverifikasi dan sesuai standar industri di bidang yang sangat dibutuhkan seperti pekerjaan kelistrikan, sistem mekanis, dan perpipaan," kata Meta dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan-perusahaan teknologi saat ini berlomba membangun pusat data untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Meta Kirim Peringatan ke Korban Hack Instagram yang Diduga Libatkan Chatbot AI
Menurut Apollo Global Management, Amerika Serikat saat ini memiliki sekitar 4.000 pusat data yang sudah beroperasi, sementara sekitar 3.000 lainnya telah diumumkan atau sedang dalam tahap pembangunan.
Laporan tahun 2025 dari American Edge Project, kelompok advokasi kebijakan yang dibentuk oleh Meta untuk mempromosikan kepentingan industri teknologi, memperkirakan seluruh pusat data tersebut akan menciptakan sekitar 4,7 juta pekerjaan konstruksi sementara di Amerika Serikat.
Selain itu, kelompok tersebut memperkirakan pusat data akan menciptakan sekitar 700.000 pekerjaan permanen untuk mengoperasikan dan mengelola fasilitas-fasilitas tersebut.
Namun, pembangunan pusat data secara masif juga memunculkan penolakan dari sejumlah komunitas lokal.
Mereka berpendapat bahwa keberadaan pusat data dapat membebani jaringan listrik setempat, menimbulkan kekhawatiran lingkungan, dan tidak selalu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Meta-diunduh-dari-situs-bebas-ro.jpg)