Kamis, 11 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Ultimatum Israel, Ancam Perang jika Pasukan Netanyahu Nekat Rebut Masjid Al Aqsa

Hamas ultimatum Israel! Konflik Timur Tengah terancam memanas jika Tel Aviv nekat ambil alih Masjid Al Aqsa dan ubah status kawasan suci.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Ringkasan Berita:
  • Hamas memperingatkan Israel agar tidak memperluas kontrol atas Masjid Al Aqsa dan menuding langkah tersebut sebagai upaya “Yahudisasi” kawasan suci umat Islam. 
  • Laporan diplomatik menyebut Israel ingin membentuk badan baru yang memungkinkan pengaruh lebih besar terhadap imam, khutbah, hingga akses ibadah di kawasan tersebut.
  • Hamas meminta negara-negara Arab dan Islam segera mengambil langkah politik dan diplomatik untuk menghentikan dugaan pengambilalihan Al Aqsa.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok sayap kanan Palestina, Hamas, mengeluarkan peringatan keras kepada Israel terkait upaya mengambil alih pengelolaan kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur.

Dalam pernyataan resminya Hamas menilai langkah Israel untuk memperluas kendali di kawasan suci tersebut sebagai tindakan berbahaya yang dapat memicu konflik besar di kawasan.

Kelompok tersebut menuding pemerintah Israel sedang menjalankan proses “Yahudisasi” terhadap Masjid Al Aqsa dengan dalih keamanan dan pengaturan tempat ibadah multiagama.

Hamas menyebut upaya tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga dianggap sebagai ancaman langsung terhadap identitas sejarah dan keagamaan umat Islam di Palestina.

“Palestina tidak akan menerima upaya penghapusan jejak Islam di tanah suci,” demikian isi pernyataan Hamas yang dikutip dari Saba News.

Adapun fokus utama ketegangan kali ini berada di kawasan Kubah Musa, salah satu bangunan bersejarah yang berada di area barat kompleks Masjid Al Aqsa atau Haram Al Sharif.

Bangunan tersebut selama bertahun-tahun digunakan sebagai tempat pembelajaran agama, rumah tahfiz Al Quran, serta pusat aktivitas keagamaan masyarakat Palestina.

hamas menuduh Israel tengah berupaya mengambil alih area tersebut sebagai bagian dari rencana lebih luas untuk memperkuat kontrol atas seluruh kawasan Al Aqsa.

AS dan Israel Disebut Susun Skema Baru

Ketegangan semakin memanas setelah muncul laporan diplomatik yang menyebut Amerika Serikat dan Israel sedang membahas rencana mencabut hak pengelolaan Wakaf Islam Yordania atas Masjid Al Aqsa.

Selama ini, otoritas Wakaf Islam Yordania memegang peran penting dalam mengelola kawasan suci tersebut, termasuk pengaturan ibadah umat Muslim dan pemeliharaan situs bersejarah di dalam kompleks Al Aqsa.

Namun berdasarkan laporan sejumlah sumber diplomatik, Israel disebut ingin membentuk badan pengelola baru yang akan menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat ibadah multiagama.

Baca juga: Akankah Israel Memperluas Kendalinya di Selatan Lebanon?

Jika rencana itu dijalankan, maka Israel disebut akan memiliki pengaruh besar dalam penunjukan imam, pengaturan khutbah Jumat, hingga pemberian izin masuk jemaah.

Bahkan, laporan tersebut juga menyebut adanya kemungkinan dibukanya akses ibadah massal umat Yahudi di kawasan yang selama ini menjadi tempat suci umat Islam.

Situasi ini langsung memicu reaksi keras dari Hamas dan sejumlah kelompok Palestina lainnya.

Mereka menilai perubahan status pengelolaan Al Aqsa berpotensi memicu gelombang kemarahan baru di Palestina maupun dunia Islam.

Hamas Serukan Negara Arab dan Islam Bertindak

Dalam pernyataannya, Hamas meminta negara-negara Arab dan Islam segera mengambil langkah diplomatik dan politik untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran Israel terhadap Masjid Al Aqsa.

Kelompok tersebut juga meminta organisasi internasional dan para pemimpin agama dunia untuk ikut memberikan tekanan agar status situs suci tersebut tidak diubah secara sepihak.

Pengamat Timur Tengah menilai isu Masjid Al Aqsa merupakan salah satu persoalan paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Setiap perubahan aturan maupun pengelolaan di kawasan tersebut kerap memicu ketegangan besar, bahkan bentrokan terbuka antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel.

Masjid Al Aqsa sendiri menjadi situs suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Sementara bagi umat Yahudi, kawasan itu juga dianggap sakral karena berada di lokasi Temple Mount yang memiliki nilai sejarah keagamaan penting.

Hingga kini, pemerintah Israel maupun Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan Hamas mengenai rencana pengambilalihan pengelolaan Masjid Al Aqsa tersebut.

Namun meningkatnya tensi di Yerusalem kembali memunculkan kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved