5 Populer Internasional: Perang Informasi AS dan Iran - Pipa Raksasa Misterius di Pantai Jepang
AS melanjutkan serangan udara ke Iran, sementara Menhan Pete Hegseth menegaskan pendekatan “bernegosiasi dengan bom.”
Ringkasan Berita:
- AS melanjutkan serangan udara ke Iran dengan klaim sebagai respons atas agresi, sementara Menhan Pete Hegseth menegaskan pendekatan “bernegosiasi dengan bom.”
- Iran dan AS juga terlibat perang informasi dengan saling bantah soal penutupan Selat Hormuz dan komunikasi Trump dengan pejabat Iran.
- Di Jepang, warga Ishikawa digemparkan oleh pipa apung raksasa buatan China sepanjang 150 meter yang terdampar di pantai Shika.
TRIBUNNEWS.COM - Berbagai peristiwa dunia menarik perhatian publik dalam sehari terakhir.
Iran dan Amerika Serikat saling membantah sejumlah klaim terkait perang yang sedang berlangsung, termasuk soal penutupan Selat Hormuz dan komunikasi antara Donald Trump dengan pejabat Iran.
Sementara itu, warga Prefektur Ishikawa digegerkan oleh pipa apung raksasa sepanjang 150 meter dan berbobot sekitar 300 ton yang terdampar di pantai Shika.
Investigasi menunjukkan pipa tersebut diproduksi perusahaan China dan diduga hanyut dari wilayah barat Laut Jepang.
Berikut rangkuman berita populer internasional selengkapnya.
1. AS Lanjutkan Serangan ke Iran, Menhan Pete Hegseth: Kita Akan Bernegosiasi dengan Bom
Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) kembali melancarkan serangan terhadap berbagai target di Iran.
Serangan dimulai pada Rabu pukul 17.15 EST atau Kamis (11/6/2026) pukul 04.15 WIB.
CENTCOM menyebut serangan tersebut dilakukan atas arahan "Panglima Tertinggi", yang merujuk pada Presiden AS Donald Trump.
"Serangan ini merupakan tanggapan atas agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut," kata CENTCOM.
Peringatan Menhan AS
Mengutip Guardian, serangan terhadap Iran diluncurkan tak lama setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa AS akan menyerang Iran dengan keras pada malam itu.
"CENTCOM akan sibuk malam ini," kata Hegseth kepada wartawan pada Rabu waktu setempat.
Ia menambahkan bahwa tindakan AS kali ini akan dilakukan secara tegas dan jelas.
Bernegosiasi dengan Bom
Meskipun AS siap kembali menyerang Iran pada malam itu, Iran masih memiliki kesempatan untuk bernegosiasi dengan AS dan menandatangani kesepakatan damai, kata Hegseth pada Rabu.