Iran Vs Amerika Memanas
AS dan Iran Disebut Siap Teken Perjanjian Islamabad, Pesawat Militer AS Bergerak ke Eropa
4 pesawat angkut C-17 Angkatan Udara AS dilaporkan diterbangkan ke Eropa sebagai bagian dari persiapan kemungkinan penandatanganan perjanjian.
Ringkasan Berita:
- Empat pesawat militer C-17 AS diterbangkan ke Eropa untuk mendukung kemungkinan kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Jenewa.
- Draf “Perjanjian Islamabad” disebut mencakup perpanjangan gencatan senjata 60 hari dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
- Iran dilaporkan akan mendapat pelonggaran sanksi bertahap jika mematuhi komitmen terkait program nuklirnya.
TRIBUNNEWS.COM - Empat pesawat angkut C-17 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dilaporkan berangkat menuju Eropa pada Kamis (11/6/2026) dengan membawa perlengkapan untuk kemungkinan perjalanan Wakil Presiden AS JD Vance ke Jenewa, Swiss.
Menurut laporan Axios yang mengutip sumber yang mengetahui persiapan tersebut, penerbangan militer itu berkaitan dengan potensi upacara penandatanganan perjanjian antara AS dan Iran yang dapat berlangsung dalam beberapa hari mendatang apabila proses negosiasi berhasil diselesaikan.
Persiapan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan sebelumnya pada Kamis bahwa Washington dan Teheran telah mencapai “penyelesaian besar” dan kesepakatan dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini.
Axios melaporkan nota kesepahaman yang tengah dibahas akan memperpanjang gencatan senjata saat ini selama 60 hari sambil membuka negosiasi lebih luas mengenai program nuklir Iran.
Rancangan perjanjian tersebut juga disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya transit dan upaya mengembalikan volume pengiriman minyak ke tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran disebut akan berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir serta menangani kekhawatiran internasional terkait stok uranium yang diperkaya.
Namun, langkah teknis terkait program nuklir Iran disebut masih akan diatur dalam perjanjian lanjutan yang lebih rinci.
Baca juga: 12 Rudal Balistik Iran Sasar Pangkalan AS di Yordania, IRGC: Jet Tempur F-35, F-15, dan F-16 Hancur
Sebagai imbalannya, Iran akan memperoleh pelonggaran sanksi secara bertahap berdasarkan tingkat kepatuhan terhadap komitmen yang disepakati, termasuk keringanan sementara yang memungkinkan ekspor minyak kembali berjalan.
Axios menyebut kesepakatan tentatif itu dicapai pada Rabu malam setelah pembicaraan antara mediator Qatar Ali Al-Thawadi dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Utusan Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang juga menantu Trump, dilaporkan turut terlibat dalam proses negosiasi.
Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran belum mengambil keputusan final mengenai rancangan kesepakatan tersebut.
Axios juga menyebut perjanjian itu masih menunggu persetujuan akhir dari pimpinan tertinggi Iran.
Jika resmi ditandatangani, kesepakatan tersebut disebut akan dinamakan “Perjanjian Islamabad”, merujuk pada peran mediasi Qatar dan Pakistan dalam proses diplomatik.
Pada Kamis, Trump juga memuji peran Türkiye dalam membantu mendorong kesepakatan tersebut.
Ia mengaku telah berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan menyebut Erdogan sebagai sosok yang “hebat” atas bantuannya menuju tercapainya perjanjian.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Iran-Amerika-Serikat-bendera-124fdasfa.jpg)