Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Tambah Personel Militer Rusia di Tengah Tekanan Medan Perang
Vladimir Putin menambah hampir 10.000 personel dalam struktur Angkatan Bersenjata Rusia untuk memperkuat kekuatan militer
Ringkasan Berita:
- Vladimir Putin menambah hampir 10.000 personel dalam struktur Angkatan Bersenjata Rusia untuk memperkuat kekuatan militer di tengah tingginya kerugian pasukan.
- Dalam pertemuan Hari Rusia, Putin mengakui bahwa drone Ukraina menjadi tantangan serius yang dihadapi pasukan Rusia setiap hari.
- Prajurit Rusia juga mengungkapkan bahwa teknologi drone, AI, dan jaringan Starlink milik Ukraina semakin meningkatkan efektivitas operasi militer Kyiv di medan perang.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada 12 Juni menandatangani dekret eksekutif yang memperluas jumlah personel resmi Angkatan Bersenjata Rusia hampir 10.000 orang, menurut laporan media Dozhd dan Current Time.
Langkah tersebut menjadi kali kedua dalam empat bulan terakhir Kremlin menambah jumlah personel militernya guna mengimbangi tingginya tingkat kehilangan pasukan di medan perang.
Perubahan Skala Militer Rusia
Berdasarkan teks hukum yang diterbitkan, jumlah personel resmi Angkatan Bersenjata Rusia kini ditetapkan menjadi 2.399.130 orang, naik dari batas sebelumnya yang berjumlah 2.391.770 orang.
Dari jumlah tersebut, personel militer aktif meningkat menjadi 1.510.000 prajurit. Kenaikan ini berarti lebih dari 7.300 tentara tambahan dimasukkan ke dalam kekuatan tempur aktif Rusia.
Penambahan tersebut menyusul penyesuaian serupa pada Maret lalu ketika Kremlin menambah sekitar 2.000 personel ke dalam struktur militernya.
Para analis keamanan menilai peningkatan bertahap ini sebagai bentuk mobilisasi terselubung yang bertujuan mengisi kembali kekuatan militer Rusia di tengah kerugian pasukan garis depan yang diperkirakan mencapai sekitar 30.000 personel per bulan.
Baca juga: Ukraina Lumpuhkan Jalan Raya Kematian Rusia, Jalur Logistik Krimea Terancam Kolaps
Pengakuan Kerentanan pada Hari Rusia
Penambahan personel ini bertepatan dengan perayaan Hari Rusia. Dalam langkah yang dianggap tidak biasa, Kremlin membatalkan konser publik tahunan berskala besar di Lapangan Merah Moskow dan menggantinya dengan pertemuan tertutup antara Putin dan sejumlah prajurit aktif.
Dalam percakapan yang disiarkan tersebut, Putin mengakui dampak besar teknologi Ukraina terhadap operasi militer Rusia. Ia mengatakan bahwa kendaraan udara tanpa awak (drone) jarak jauh milik Ukraina menimbulkan tantangan harian bagi pasukannya.
"Kami sepenuhnya memahami masalah yang ditimbulkan drone bagi kami," kata Putin. Ia menambahkan bahwa para komandan terus melaporkan persoalan tersebut setiap hari dan menggambarkan sulitnya bergerak ketika drone terus mengawasi dari udara.
Keunggulan Teknologi Mengubah Medan Perang
Kesediaan Putin untuk secara terbuka membahas kerentanan terhadap drone dianggap mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan pimpinan militer Rusia.
Beberapa prajurit yang hadir dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa drone Ukraina kini menggunakan sinyal khusus pada frekuensi antara 8 hingga 12 gigahertz. Akibatnya, sistem peperangan elektronik dan perangkat deteksi darat Rusia disebut kesulitan mendeteksi keberadaan drone tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-P1utin-saat-Valdai-Discussio.jpg)