Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelenskyy Tantang Putin Bertemu Langsung, Bahas Nasib Perang Rusia-Ukraina
Presiden Ukraina Zelenskyy kembali menantang Putin untuk bertemu langsung dan membahas nasib perang Rusia dan Ukraina.
Ringkasan Berita:
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menawarkan pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam format apa pun yang dapat menghasilkan keputusan nyata untuk mengakhiri perang.
- Ukraina bersama AS dan Prancis juga mengusulkan pertemuan dengan Rusia di sela-sela KTT G7, namun menurut Zelenskyy, Putin tidak menyambut usulan tersebut.
- Zelenskyy dan Presiden AS Donald Trump turut membahas kemungkinan menggelar pertemuan di Amerika Serikat.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.574 pada Selasa (16/6/2026).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menawarkan pertemuan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dalam format apa pun di mana keputusan nyata dapat dibuat untuk mengakhiri perang.
Menurut Zelensky, Ukraina juga membahas dengan AS dan Prancis kemungkinan bertemu dengan Rusia di sela-sela KTT G7 dengan partisipasi negara-negara demokrasi.
“Kami menyarankan kepada Putin untuk bertemu di tempat mana pun di mana keputusan nyata dapat dibuat untuk mengakhiri perang. Dia tidak menginginkan ini. Kami membahas dengan AS dan Prancis kemungkinan bertemu dengan Rusia di sela-sela G7 dengan partisipasi semua negara demokrasi. Putin tidak menginginkan ini,” kata Zelensky saat berpidato di Konferensi Antarpemerintah Uni Eropa, Senin (15/6/2026).
Sehari sebelumnya, Zelenskyy membahas dengan Presiden AS Donald Trump kemungkinan untuk menyelenggarakan pertemuan semacam itu di AS.
Menurut Zelensky, format ini akan jauh lebih sulit ditolak oleh Putin, setidaknya oleh presiden AS.
"Kita akan lihat apa hasilnya. Jika Rusia juga menolak kesempatan ini, tekanan tambahan akan dibutuhkan," tegas Zelenskyy.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump ketika berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengatakan ia telah menelepon Zelenskyy dan Putin.
Trump mengatakan ia melihat peluang untuk mengintensifkan upaya mengakhiri perang Rusia melawan Ukraina.
Pembicaraan trilateral antara Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia berlangsung di Abu Dhabi pada 23–24 Januari dengan fokus mencari jalan untuk mengakhiri perang dan mendorong proses perdamaian.
Baca juga: Serangan Rusia Bakar Katedral Bersejarah di Kyiv, 5 Orang Tewas
Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, menyebut tujuan pertemuan tersebut adalah mencapai "perdamaian yang bermartabat dan berkelanjutan", sementara Gedung Putih menilai pembicaraan berlangsung produktif.
Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa isu utama yang dibahas tetap berkaitan dengan wilayah Donetsk dan Luhansk, serta mengharapkan jawaban konkret dari Rusia mengenai langkah-langkah untuk mengakhiri perang. Delegasi Ukraina dipimpin oleh Rustem Umerov dan melibatkan sejumlah pejabat tinggi bidang pertahanan, intelijen, dan pemerintahan.
Dari pihak Amerika Serikat hadir Utusan Khusus Steve Witkoff, Jared Kushner, Josh Gruenbaum, serta sejumlah pejabat militer senior.
Rusia juga mengirim perwakilan dari kalangan intelijen militer dan angkatan bersenjata.
Pertemuan ini berlangsung setelah kunjungan delegasi AS ke Moskow pada 22 Januari untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pejabat senior Kremlin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKY-3453534werwe53453.jpg)