Iran Vs Amerika Memanas
Rahasia Terbongkar! Ini Bocoran 14 Poin Kesepakatan AS-Iran, Bahas Akhir Perang hingga Cabut Sanksi
Bocoran 14 poin damai AS-Iran terungkap! Bahas akhir perang, cabut sanksi hingga janji Iran soal nuklir. Timur Tengah menuju babak baru?
Ringkasan Berita:
- Dokumen rahasia berisi 14 poin kesepakatan AS-Iran bocor ke publik. Isi draf mencakup penghentian perang permanen, normalisasi hubungan diplomatik, hingga komitmen saling menghormati kedaulatan kedua negara.
- AS disebut siap mencabut sanksi terhadap Iran, membuka kembali jalur ekspor minyak, menarik pasukan dari kawasan, serta menyiapkan bantuan ekonomi untuk pemulihan Iran.
- Perjanjian damai dijadwalkan ditandatangani di Jenewa, Swiss, pada 19 Juni sebagai langkah meredakan konflik Timur Tengah.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah dokumen berisi 14 poin Nota Kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan bocor ke publik dan memicu perhatian internasional.
Dokumen yang diperoleh Al Arabiya English itu disebut akan menjadi dasar kesepakatan besar antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik serta membuka jalur diplomasi baru di Timur Tengah.
Dalam draf tersebut, Amerika Serikat dan Iran disebut sepakat mengakhiri perang secara permanen di seluruh front konflik, termasuk Lebanon. Kedua negara juga berjanji menghentikan tindakan permusuhan dan tidak lagi saling mengancam menggunakan kekuatan militer.
Kesepakatan ini dinilai menjadi salah satu perkembangan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah ketegangan Iran, Israel, dan Amerika Serikat meningkat tajam akibat konflik regional.
Poin Penting: Akhiri Perang dan Hormati Kedaulatan
Pada poin pertama, AS dan Iran menyatakan perang akan segera dihentikan secara permanen setelah nota kesepahaman ditandatangani. Kedua pihak juga sepakat menahan diri dari ancaman maupun penggunaan kekerasan.
Selain itu, dalam poin kedua disebutkan bahwa Washington dan Teheran berkomitmen saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta tidak mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain.
Langkah ini dipandang sebagai upaya membangun kembali hubungan diplomatik yang selama puluhan tahun diwarnai ketegangan, sanksi ekonomi, dan ancaman militer.
Dalam poin ketiga, kedua negara sepakat melanjutkan negosiasi menuju perjanjian akhir dalam waktu maksimal 60 hari setelah penandatanganan nota kesepahaman.
Baca juga: Kesepakatan Damai AS-Iran Terancam, Teheran Tuntut Israel Tarik Pasukannya Mundur dari Lebanon
Batas waktu tersebut dapat diperpanjang jika kedua pihak menyetujui kelanjutan pembicaraan.
Pengamat menilai tenggat waktu itu menunjukkan keseriusan AS dan Iran untuk segera menyelesaikan konflik dan mencegah eskalasi perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Salah satu poin paling penting dalam dokumen tersebut adalah komitmen Amerika Serikat mencabut blokade angkatan laut terhadap Iran.
Washington disebut akan memulihkan jalur pelayaran Iran dalam waktu maksimal 30 hari dan menarik pasukan militernya dari wilayah sekitar Iran setelah perjanjian final disepakati.
Sebagai imbalannya, Iran juga berjanji mengamankan kembali jalur perdagangan kapal dari Teluk Persia menuju Laut Oman dan memastikan lalu lintas maritim kembali normal.
Poin ini dianggap sangat penting karena jalur laut Teluk Persia selama ini menjadi pusat perdagangan minyak dunia yang sangat mempengaruhi ekonomi global.
Dalam poin keenam, Amerika Serikat bersama mitra regionalnya disebut akan membantu rehabilitasi ekonomi Iran melalui rencana pembangunan besar senilai minimal 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.800 triliun.