Menelusuri Keunikan Gunung Padang
Menikmati Karya Zaman Megalitikum di Puncak Padang
Siang begitu terik pada Sabtu (16/6/2012). Tribun menyusuri jalan sejauh 20 kilometer dari Jalan Raya Sukabumi-Cianjur.
"Sekitar seribuan orang datang kemari kalau hari Minggu, banyak juga yang dari luar kota," tutur Deni ketika berbincang dengan Tribun.
Bila Anda tidak membawa air minum dari bawah, di Puncak Gunung Padang sudah ada orang yang berjualan minuman dan makanan ringan.
Sebuah tempat pun disediakan pengelola untuk memanjakan pengunjung, agar bisa melihat Situs Gunung Padang dari tempat yang tinggi.
Para pengunjung tampak menikmati keindahan bebatuan peninggalan zaman megalitikum. Di bawah teduhnya pepohonan, Anda bisa mendapatkan ilmu sekaligus berwisata bersama keluarga atau teman.
Dadang, seoarng pegawai negeri, sengaja datang ke Gunung Padang bersama anaknya. Ia pun banyak bertanya kepada Deni mengenai seluk-beluk Gunung Padang.
"Inilah wisata sambil mencari ilmu," katanya sambil membimbing anaknya.
Situs Gunung Padang merupakan peninggalan megalitik terbesar di Asia Tenggara, dengan luas bangunan purbakala sekitar 900 meter persegi, dan areal situsnya sekitar 3 hektare.
Diperkirakan, batu yang berserakan berusia
4.000-9.000 sebelum Masehi. Situs megalitik ini berasal dari periode 2.500-4.000 Sebelum Masehi.
Rustandi, petugas lainnya, menjelaskan arti Gunung Padang. Padang dalam bahasa sunda artinya caang atau terang benderang.
"Memang dari zaman nenek saya, gunung ini disebut Gunung Padang," jelasnya.
Ada juga pengertian lain dari istilah 'Padang'. Menurut Rustandi, kata Padang terdiri dari tiga kata, pa artinya tempat, da artinya besar atau agung, dan hyang artinya eyang, moyang, atau leluhur. Dari ketiga kata tersebut, kata padang dimaknai sebagai tempat agung para leluhur. (*)
BACA JUGA