Rabu, 8 April 2026

Tak Selamanya Kuman Itu Jahat Lho

Kuman yang ada dalam tubuh tak selalu membawa dampak buruk. Ada juga kuman yang membawa dampak positif bagi tubuh.

TRIBUNNEWS.COM - Kuman yang ada dalam tubuh tak selalu membawa dampak buruk. Ada juga kuman yang membawa dampak positif bagi tubuh.

Sekjen Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin) Dr Latre Buntaran, Sp. MK mengatakan, pada dasarnya tiap orang memiliki kuman dalam tubuhnya. Kuman tersebut tak selalu jahat, ada juga yang baik.

Ambil contoh kuman laktobasilus yang ada dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri ini tak menyebabkan penyakit, malah membantu menangkal bakteri jahat.

"Lagipula tak setiap bakteri jahat bisa menimbulkan penyakit. Ada dua hal yang menentukan apakah kuman jahat akan jadi penyakit atau tidak," ucap Latre.

Yang pertama adalah jumlah kuman tersebut. Makin banyak jumlah kuman, makin besar kemungkinannya jadi penyakit. Sebagai perumpamaan, untuk membuat seorang anak seusia 7-10 tahun terkena demam tifoid dibutuhkan sekitar sepuluh ribu kuman salmonella typhii.

Faktor kedua adalah kondisi tubuh seseorang. Makin bagus daya tahan tubuhnya, makin kecil kemungkinannya terkena penyakit.

"Tubuh manusia punya toleransi tertentu hingga kuman yang masuk tidak jadi penyakit. Malah kuman tersebut bisa menguntungkan karena tubuh akan membentuk antibodi terhadap kuman yang masuk itu. Dengan catatan daya tahan tubuh orang tersebut baik," papar Latre.

Sumber: Sehat News
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved