Mikroplastik Bisa Ganggu Organ Anak, dari Paru hingga Hati, Ini Dampak yang Mulai Terungkap
Partikel plastik berukuran sangat kecil ini bahkan telah ditemukan dalam tubuh manusia sejak usia dini, termasuk pada bayi.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Mikroplastik menjadi ancaman nyata bagi kesehatan anak.
- Partikel plastik ditemukan dalam tubuh manusia sejak usia dini, termasuk pada bayi, bahkan paparan selama masa kehamilan.
- Dampaknya bisa ke berbagai gangguan kesehatan pada tubuh anak, mulai dari sistem pernapasan hingga organ vital lainnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mikroplastik kini bukan sekadar isu lingkungan, tetapi sudah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan anak.
Partikel plastik berukuran sangat kecil ini bahkan telah ditemukan dalam tubuh manusia sejak usia dini, termasuk pada bayi.
Baca juga: Bahaya Mikroplastik di Sekitar Anak: Dari Mainan hingga Makanan
Anggota Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR Dr. Irene Yuniar, Sp.A, Subsp ETIA(K) mengungkapkan bahwa paparan mikroplastik bisa terjadi dari berbagai sumber yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Bisa dari udara, bisa dari makanan, kalau gak cuci tangan lebih buruk lagi,” ujarnya pada acara diskusi media di Balai Budaja di Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Yang menjadi perhatian, paparan ini tidak hanya terjadi setelah anak lahir.
Dalam pemaparannya, disebutkan bahwa mikroplastik bahkan telah ditemukan pada bayi sejak awal kehidupan, termasuk dari paparan selama masa kehamilan.
Artinya, anak bisa mulai terpapar sebelum benar-benar berinteraksi dengan lingkungan luar.
Tidak Sekadar Masuk Tubuh
Meski ukurannya sangat kecil, mikroplastik tidak bisa dianggap sepele.
Paparan ini dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan pada tubuh anak, terutama karena partikel tersebut dapat masuk ke dalam sistem organ.
Dalam penjelasannya, mikroplastik disebut dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, mulai dari sistem pernapasan hingga organ vital lainnya.
Dampak yang disoroti antara lain gangguan pada paru-paru akibat partikel yang terhirup dari udara, serta potensi kerusakan pada hati.
Selain itu, mikroplastik juga disebut dapat memengaruhi sistem tubuh lain, termasuk sistem saraf dan organ-organ penting yang masih dalam tahap perkembangan pada anak.
Kondisi ini menjadi semakin serius karena tubuh anak belum memiliki kemampuan optimal untuk menghadapi paparan zat asing dalam jumlah besar.