8,9 Persen Penduduk Alami Gangguan Ginjal Kronis

Studi populasi di empat kota melibatkan sekitar 10.000 pasien menunjukkan sebesar 8,9 persen penduduk Indonesia alami gangguan ginjal.

Penulis: Eko Sutriyanto
zoom-inlihat foto 8,9 Persen Penduduk Alami Gangguan Ginjal Kronis
net
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesehatan ginjal merupakan hal penting yang harus dilakukan. Betapa tidak, ginjal memiliki fungsi yang luar biasa dalam tubuh manusia, selain untuk membersihkan racun dan mengeluarkan kotoran dari darah, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta untuk mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah.

"Ginjal memainkan peran utama dalam mengatur tekanan darah dan menyeimbangkan elektrolit penting yang menjaga ritme jantung," ungkap Ketua  Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Dharmeizar, Sp.PD-KGH  dalam temu media di Jakarta, Selasa (6/3/2012).

Saat ini, frekuensi penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease atau CKD) cenderung terus meningkat setiap tahun di seluruh dunia. Studi populasi di empat kota yakni Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali yang melibatkan sekitar 10.000 pasien dengan metode Modification Diet in Renal Disease (MDRD) menunjukkan bahwa prevalensi CKD sebesar 8,9  persen penduduk Indonesia.

"Untuk itu perlu tindakan pencegahan, yaitu dengan menjaga kesehatan ginjal serta melakukan deteksi dini dari gangguan ginjal" ungkapnya.

CKD merupakan kondisi dimana fungsi ginjal menurun secara bertahap atau hilang secara keseluruhan. Saat fungsinya mengalami penurunan, ginjal akan mengalami kesulitan untuk menyaring racun dan cairan, sehingga sampah dan cairan berlebih tetap berada dan terakumulasi dalam tubuh. Penyebab CKD yang paling umum adalah penyakit hipertensi dan diabetes dimana keduanya sangat berkaitan erat dengan pola asupan nutrisi dan gaya hidup.

Klasifikasi gagal ginjal kronik dapat dilihat berdasarkan sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsinya yaitu predialisis dan dialisis. Pada kondisi pre-terminal tatalaksana yang dapat dilakukan adalah melalui pengaturan diet dan pemberian obat-obatan. Sedangkan dialisis dan transplantasi ginjal dilakukan saat pasien memasuki fase dialisis.

Menjaga kesehatan ginjal dapat dilakukan dengan langkah, menjaga kesehatan dan rutin berolah raga, menjaga kadar gula darah tetap stabil, menjaga tekanan darah dalam batas normal, mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan,  tidak merokok, tidak mengkonsumsi obat sembarangan serta memeriksa fungsi ginjal segera apabila memiliki salah satu atau lebih faktor risiko.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved