Donor Darah Saat Puasa Itu Menyehatkan
Donor darah sangat bermanfaat untuk kesehatan pendonornya dan tidak berbahaya bila dilakukan bagi mereka yang sedang berpuasa.
TRIBUNNEWS.COM - Donor darah sangat bermanfaat untuk kesehatan pendonornya dan tidak berbahaya bila dilakukan bagi mereka yang sedang berpuasa.
"Waktu yang tepat adalah menjelang buka dan sesudah buka puasa," ujar ahli spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)- RSCM dr Ari Fahrial Syam Sp.PD. Syaratnya tekanan darah sistolik 160-110,diastolik 70-100),Hb (>12,5), tidak demam (suhu <37,5) dan Berat badan > 45 kg.
Dengan pengambilan darah 450 cc akan berkurang Berat badan dan akan terjadi proses pembakaran kalori sebanyak 600 kalori.
"Darah yang dikeluarkan akan membuat tubuh memperbaruhi darah kita. Tubuh akan berespon atas darah yang dikeluarkan dan segera dibuat sel darah merah baru," ujar Ari. Ini membuat kadar Fe (besi) darah menjadi stabil dan membuat jantung kita lebih sehat.
"FKUI akan melakukan donor darah bersamaan dengan acara "buka puasa bersama" civitas akademika FKUI Jumat tanggal 3 Agustus 2012," jelas Ari.
Stok darah PMI saat ini makin tipis, pengadaan darah hanya didapat dari para pendonor. Tidak ada donor tidak ada darah.
"Darah adalah hidup buat pasien yang memang membutuhkan. Mari berdonor darah dalam keadaan "sulit darah" untuk menyelamatkan nyawa orang lain," ajak Ari.