Kamis, 23 April 2026

Kemenkes: Lonjakan Penyakit Diabetes Beri Dampak pada Sistem Kesehatan Nasional

Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan berupa penyakit diabetes dan penyakit ini memberikan dampak pada sistem kesehatan nasional. 

Tribunnews.com/Rina Ayu Pancarini
PENYAKIT DIABETES - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, Ketua Umum PB PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), Prof Em Yunir dan Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulialie dalam kegiatan di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (17/4). Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan berupa penyakit diabetes dan penyakit ini memberikan dampak pada sistem kesehatan nasional.  
Ringkasan Berita:
  • Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan berupa penyakit diabetes.
  • Diabetes menjadi penyebab penyakit lainnya seperti hipertensi, bahkan bila tidak diobati dengan baik akan berakibat menjadi penyakit ginjal, jantung, katarak dan penyakit lainnya.
  • Peningkatan kasus diabetes berbanding lurus dengan meningkatnya beban pembiayaan kesehatan.

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan berupa penyakit diabetes.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, diabetes memberikan dampak pada sistem kesehatan nasional. 

Diabetes menjadi penyebab penyakit lainnya seperti hipertensi, bahkan bila tidak diobati dengan baik akan berakibat menjadi penyakit ginjal, jantung, katarak dan penyakit lainnya.

"Peningkatan kasus diabetes berbanding lurus dengan meningkatnya beban pembiayaan kesehatan," kata dia di Jakarta, Jumat (17/4).

Data BPJS menunjukkan adanya peningkatan kasus DM 40 persen dan peningkatan biaya gagal ginjal sebesar 476 persen. 
 
“Penanganan diabetes membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dari hulu ke hilir. Melalui sinergi yang baik, kita dapat menekan angka prevalensi diabetes di Indonesia,” tutur dr. Nadia.

Baca juga: Cerita Lilla Syifa Pernah Koma karena Diabetes di Usia 29 Tahun, Pemicunya Gaya Hidup Buruk

Pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting dalam pencegahan. Risiko komplikasi pun dapat ditekan secara signifikan. 
 
Sementara itu, Ketua Umum PB PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), Prof Em Yunir, menyampaikan, pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini masih perlu ditingkatkan.
 
"Dengan intervensi yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan secara signifikan. Serta diiringi edukasi berkelanjutan dalam pengendalian diabetes di Indonesia,” harap Prof Yunir.
 
Dari sisi industri, Kalbe Farma hadir melalui Kalbe Diabetes Total Solution, pendekatan terpadu untuk mencakup pencegahan, deteksi dini, pengobatan, nutrisi, dan edukasi dalam satu sistem. 

Kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, industri, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menangani diabetes di Indonesia.

"Penanganan diabetes harus menyeluruh, tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup pencegahan dan edukasi," ujar Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulialie.

Baca juga: Memutus Rantai Diabetes, Inovasi Medis Baru Berikan Harapan bagi 19 Juta Masyarakat Indonesia

Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dan pada 2024 mencapai 20,4 juta orang, menjadikan Indonesia peringkat kelima dunia. 

Bahkan diperkirakan ada sekitar 30 juta penderita, namun baru 10–15 juta yang terdiagnosis.

Kasus diabetes kini tidak hanya terjadi pada lansia, tetapi juga pada usia produktif hingga anak-anak. 

Peningkatan ini dipengaruhi gaya hidup tidak sehat, seperti kurang aktivitas fisik dan pola makan tidak seimbang. Karena itu, penanganan diabetes perlu dilakukan secara serius dengan melibatkan berbagai pihak, serta diperkuat melalui edukasi dan deteksi dini kepada masyarakat.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved