Kopi Mampu Turunkan Risiko Stroke
Secangkir kopi sehari ternyata punya dampak perlindungan terhadap serangan stroke.
TRIBUNNEWS.COM - Kabar gembira buat wanita peminum kopi. Secangkir kopi sehari ternyata punya dampak perlindungan terhadap serangan stroke.
Perempuan yang tidak bisa lepas dari kopi, boleh bernapas lega. Tidak selamanya minum kopi identik dengan sesuatu yang tidak sehat.
Penelitian terbaru yang diterbitkan di Jurnal Stroke mengungkapkan, wanita yang minum secangkir kopi sehari, lebih kecil risikonya untuk terkena serangan stroke.
“Peminum kopi bisa bergembira. Kopi sering dikatakan tidak baik untuk kesehatan jantung. Belum ada penelitian yang secara meyakinkan mengatakan bahwa kopi itu buruk,” ujar Dr Sharonne N Hayes, dokter ahli jantung di Mayo Clinic Rochescter, Amerika Serikat.
Meski begitu, bukan berarti perempuan yang tak minum kopi lantas harus mulai minum kopi untuk menurunkan risiko kena serangan stroke.
Sebab, literatur medis masih belum satu suara soal dampak kopi terhadap kesehatan jantung. Penelitian itu juga hanya membuktikan wanita yang minum kopi cenderung berisiko rendah kena stroke, dan bukan membuktikan kopi menurunkan risiko kena stroke.
“Studi epidemiologi itu meyakinkan, namun belum membuktikan penyebabnya,” kata Dr David S Seres, Direktur Nutrisi Medis Columbia University’s College of Physicians and Surgeons di New York.
Dari 34.670 wanita usia 49 hingga 83 tahun yang minum kopi lebih dari satu cangkir sehari, risiko stroke mereka dibuktikan oleh penelitian, lebih rendah 22 hingga 25 persen ketimbang wanita yang minum kopi kurang dari itu.
Wanita yang dilaporkan minum satu hingga lima cangkir sehari, juga memerlihatkan pengurangan risiko stroke yang sama. Minum kopi lebih lagi, kata penelitian tersebut, tidak menurunkan risiko lebih banyak lagi.
Belum diketahui zat di dalam kopi yang mungkin bisa menurunkan risiko kena stroke. Kopi mungkin bisa mengurangi inflamasi dan membantu tubuh lebih responsif terhadap insulin. Begitu kata penelitian tersebut.
Mungkin juga, sebetulnya wanita yang tidak minum kopi terkena faktor risiko lain yang tidak diketahui.
“Masih diperlukan studi tambahan soal konsumsi kopi dan insiden stroke, juga studi yang meneliti dampak konsumsi kopi terhadap risiko penyakit jantung dan pembuluh darah,” papar penelitian yang dipimpin Susanna C Larsson PhD, dari divisi epidemiologi nutrisi National Institute of Environmental Medicine of the Karolinska Institute, Stockholm, Swedia.
Minum kopi, lanjut penelitian itu, menurunkan risiko wanita terhadap stroke, stroke iskemik (penyempitan) dan stroke jenis subarachnoid. Konsumsi kopi tidak berpengaruh terhadap risiko stroke perdarahan. Namun, itu dicurigai karena rendahnya jenis stroke tersebut dalam penelitian.
“Cukup jelas bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang tidak meningkatkan risiko stroke,” kata Eric Rimm ScD, asosiate professor di Harvard Medical School, Boston, AS. (*)