Senin, 1 Juni 2026

Wamenkes Ingatkan Ancaman Diabetes Tipe 2 pada Generasi Muda, Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Pemicu

Wamenkes mengungkapkan bahwa kasus diabetes tipe 2 kini semakin banyak ditemukan pada remaja, akibat perubahan gaya hidup yang tidak sehat.

Tayang:
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS/M LUTFI
DIABETES TIPE 2 - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dalam podcast yang digelar di studio Tribunnews, Jakarta, Rabu (19/11/2025). Wamenkes Dante mengungkapkan bahwa kasus diabetes tipe 2 kini semakin banyak ditemukan pada remaja, bahkan anak usia SMP, akibat perubahan gaya hidup yang tidak sehat. 

Ringkasan Berita:
  • Wamenkes mengungkapkan bahwa kasus diabetes tipe 2 kini semakin banyak ditemukan pada remaja, bahkan anak usia SMP, akibat perubahan gaya hidup yang tidak sehat.
  • Kebiasaan kurang bergerak, tingginya penggunaan gawai, kurang tidur, konsumsi makanan tinggi gula dan ultra-proses, serta tekanan mental jadi faktor utama.
  • Pemerintah mendorong pencegahan melalui pola hidup sehat, program Cek Kesehatan Gratis bagi anak sekolah, serta penerapan label nutri-level pada produk makanan dan minuman.

TRIBUNNEWS.COM - Penyakit diabetes tipe 2 yang selama ini identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai mengancam generasi muda.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa kasus diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada usia remaja, bahkan pada anak Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurutnya, pergeseran tren penyakit ini tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga perubahan gaya hidup yang terjadi secara signifikan.

"Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP," ungkap Wamenkes Dante, dikutip dari laman resmi Kemenkes, Senin (1/6/2026).

Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Pemicu

Wamenkes menyoroti sejumlah kebiasaan yang kini banyak dijumpai pada generasi muda, seperti minim aktivitas fisik, tingginya durasi penggunaan gawai, kurang tidur, serta konsumsi gula dan makanan ultra-proses yang berlebihan.

Selain itu, tekanan mental yang dihadapi remaja masa kini juga dinilai turut memperburuk kondisi kesehatan mereka.

Ia mengingatkan bahwa diabetes tipe 2 pada remaja cenderung berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa.

Baca juga: 10 Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula di Pagi Hari: Bantu Jaga kesehatan Jantung, Cegah Diabetes Tipe 2

Pencegahan Dimulai dari Keluarga

Menghadapi ancaman tersebut, Dante menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan.

Menurutnya, perubahan kebiasaan hidup sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga.

"Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga," tegasnya.

Sebagai contoh, Dante membagikan pengalamannya mendaki Gunung Ciremai bersama putranya.

Aktivitas tersebut, menurutnya, menjadi cara untuk menjaga kebugaran sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

Pemerintah Perkuat Upaya Deteksi dan Edukasi

Pemerintah telah merespons persoalan ini melalui berbagai program, salah satunya Cek Kesehatan Gratis yang menjangkau sekitar 25 juta anak sekolah.

Selain itu, pemerintah juga tengah menerapkan program “nutri-level”, yaitu sistem pelabelan A hingga D pada kemasan makanan dan minuman untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai kandungan gula dalam produk yang dikonsumsi.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan di sekolah-sekolah, pemerintah juga menemukan berbagai masalah kesehatan yang mulai dialami remaja sejak usia dini, seperti hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi.

Wamenkes Dante menitipkan pesan kepada para pelajar dan orang tua agar tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata.

"Tubuh adalah modal pertama dari semua cita-cita yang ingin dicapai. Kesehatan bukan tujuan akhir, melainkan cara kita menjalani hidup yang bermakna," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Latifah)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved