Ibu Ani Yudhoyono Sakit

Sumsum Tulang Belakang Pramono Edhie Wibowo Pas untuk Ani Yudhoyono, Ini Akibatnya Jika Tak Cocok

Istri mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mendapat donor sumsum tulang belakang dari sang adik Jenderal Pramono Edhie Wibowo.

Sumsum Tulang Belakang Pramono Edhie Wibowo Pas untuk Ani Yudhoyono, Ini Akibatnya Jika Tak Cocok
Kolase Instagram TRIBUNNEWS
Ibu Ani Yudhoyono Pramono Edie Wibowo, ini profilnya 

"Saya lihat Bu Ani memiliki fighting spirit dan tidak menunjukkan rasa sakitnya, termasuk saat berinteraksi dengan obat-obat keras yang harus dikonsumsinya untuk melawan sel-sel kanker dalam tubuhnya," kata AHY.

Menurutnya, semangat untuk melawan penyakit itu adalah modal bagus, di samping dukungan keluarga dekat dan orang-orang yang selalu datang menjenguk dan mendukungnya untuk memberi semangat dan dukungan moral.

Selama pengobatan di Singapura, Ibu Ani selalu didampingi SBY. Karena itu, selama proses pemilu tahun ini, SBY tidak tidak berada di Indonesia.

"Bahkan, nanti saat hari pencoblosan akan mencoblos di Singapura," katanya.

Proses Transplantasi Sumsum Tulang Belakang
Kanker darah merupakan kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah, bahkan sebagian besar kanker darah dimulai dari sumsum tulang di mana darah diproduksi.

Kanker darah yang diidap Ani Yudhoyono adalah jenis leukemia ini dapat disembuhkan menggunakan metode yang dinamakan bone marrow transplant (BMT) atau transplantasi sumsum tulang belakang.

Inilah Kondisi Ani Yudhoyono, Dapat Donor Sumsum Tulang Belakang hingga Umbar Kemesraan saat Latihan
Inilah Kondisi Ani Yudhoyono, Dapat Donor Sumsum Tulang Belakang hingga Umbar Kemesraan saat Latihan (instagram)

Dilansir dari laman Mayo Clinic, transplantasi sumsum tulang adalah prosedur penanaman sel-sel induk darah yang sehat ke dalam tubuh untuk menggantikan sumsum tulang yang rusak atau sakit.

Transplantasi sumsum tulang juga disebut transplantasi sel induk bahkan disebut juga dengan cangkok sumsum tulang belakang.

Sebelum menjalani transplantasi, penderita leukemia perlu mendapatkan kemoterapi dosis tinggi dan terapi radiasi.

Hal ini dilakukan untuk menghancurkan sel-sel induk yang rusak di sumsum tulang dan menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak akan menyerang sel-sel induk baru setelah transplantasi.

Halaman
1234
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved