Jangan Remehkan Sendawa Saat Perut Kosong, Ini Bahayanya

Sendawa sering muncul usai perut seseorang sudah kenyang. Ini merupakan reaksi normal dan wajar terjadi pada siapapun. Namun biasanya, sendawa hanyala

Jangan Remehkan Sendawa Saat Perut Kosong, Ini Bahayanya
net
Ilustrasi sendawa 

TRIBUNNEWS.COM - Sendawa sering muncul usai perut seseorang sudah kenyang. Ini merupakan reaksi normal dan wajar terjadi pada siapapun. Namun biasanya, sendawa hanyalah sementara.

Sendawa sendiri berasal dari menelan udara, baik secara sengaja maupun tidak, disebut dengan aerophagia.

Udara yang masuk ke saluran pencernaan mengandung gas nitrogen dan oksigen. Gas ini akan didorong ke atas oleh lambung menuju kerongkongan dan keluar dari mulut dalam bentuk sendawa.

Gas dalam saluran pencernaan umumnya terbentuk dari proses pencernaan makanan atau ketika ada udara yang tertelan melalui mulut.

Udara dapat masuk ke tubuh jika berbicara sambil makan, mengunyah permen karet, mengisap permen, makan terlalu cepat, atau merokok.

Selain penyebab di atas, masih ada kondisi-kondisi tertentu yang dapat membuat seseorang lebih sering bersendawa, yaitu:

- Mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, antara lain brokoli, kacang-kacangan, pisang, biji-bijian utuh, kismis, dan minuman berkarbonasi atau soda. Minuman keras, makanan kaya akan gula, tepung, dan serat juga dapat menyebabkan sering sendawa.

- Mengonsumsi obat tertentu, antara lain aspirin, ibuprofen, obat pencahar seperti sorbitol dan laktulosa, dan acarbose untuk menangani diabetes tipe 2.

- Merasa cemas. Beberapa orang banyak menelan udara saat mereka sedang cemas atau tertekan.

- Beberapa penyakit juga dapat membuat penderitanya lebih banyak bersendawa akibat perut yang tidak nyaman, antara lain: penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), intoleransi laktosa, peradangan dinding lambung, penyakit celiac, dan lain-lain.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved