Bermalas-malasan Bisa Sebabkan Kemampuan Otak Menurun dan Membuat Cepat Pikun

Bermalas-malasan mampu memancing penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi hingga mempercepat proses menjadi pikun pada lansia.

Bermalas-malasan Bisa Sebabkan Kemampuan Otak Menurun dan Membuat Cepat Pikun
pexels.com/Gratisography
ILUSTRASI bermalas-malasan saat berpuasa 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kebiasaan dalam keseharian yang tidak melibatkan banyak aktivitas fisik atau yang sekarang disebut dengan gaya hidup sedentari dapat menyebabkan banyak penyakit.

Bermalas-malasan mampu memancing penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi hingga mempercepat proses menjadi pikun pada lansia.

Spesialis Penyakit Dalam, Sub Spesialis Geriatri, Rumah Sakit Atma Jaya Pluit, dr. Rensa, SpPD-KGer, FINASIM menyebutkan hubungan malas gerak dan pikun karena kalau bermalas-malasan sistem kerja otak menurun.

Baca: PERAMPOK BERTOPENG Masuk Kamar Ibu Muda Saat Terlelap Tidur, Mertua Terbangun Saat Dengar Rintihan

"Ya itu tadi ada beberapa studi yang mengaitkan antara kurangnya aktivitas fisik dan penurunan fungsi kognitif secara peralahan jadi tidak langsung," kata dr. Rensa, SpPD-KGer, FINASIM, di RS Atma Jaya, Pluit, Jakarta Utara, Selasa (9/7/2019).

Baca: Serangan Stroke Ternyata Dapat Diprediksi

Sistem kerja otak (kognitif) yang menurun itulah yang membuat stimulus ke otak jadi lemah.

Alhasil kemampuan dan fungsi otak yang mampu mengingat berbagai visual dan hal-hal lainnya pun tidak lagi berjalan dengan baikx

"Nah semakin otak tidak digunakan semakin mudah mengalami kerusakan," papar dr. Rensa.

Acara diskusi Investasi Otak Sedini Mungkin
Acara diskusi Investasi Otak Sedini Mungkin di RS Atma Jaya, Pluit, Jakarta Utara, Selasa (9/7/2019).

Maka dari itu untuk mencegah cepat pikun di hari tua maka disarankan mulai melakukan pola hidup sehat.

Misalnya, sering mengecek kesehatan, menjauhkan asap rokok, rutin aktivitas fisik, diet seimbang, dan istirahat cukup serta kelola stres sesuai dengan program CERDIK yang disarankan Kemenkes.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved