Sabtu, 30 Mei 2026

Gangguan Cerna pada Anak Bisa Picu Nafsu Makan Menurun hingga Pertumbuhan Terganggu

Kesehatan saluran cerna juga disebut berkontribusi terhadap kualitas hidup anak secara menyeluruh.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
HO/IST/Istimewa/HO
GANGGUAN PENCERNAAN -  Masalah pencernaan pada anak masih sering dianggap sebagai kondisi yang normal oleh orangtua.  Padahal, saluran cerna anak merupakan sistem kompleks yang masih terus berkembang dan memiliki peran penting dalam penyerapan nutrisi guna mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta kenyamanan anak saat beraktivitas sehari-hari 

Ringkasan Berita:
  • Masalah pencernaan pada anak tidak boleh dianggap sepele karena berpengaruh pada tumbuh kembang
  • Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat memicu gangguan pencernaan berulang, nafsu makan menurun, hingga pertumbuhan tidak optimal
  • Orangtua perlu memperhatikan kesehatan cerna anak melalui nutrisi tepat dan deteksi dini.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masalah pencernaan pada anak masih sering dianggap sebagai kondisi yang normal oleh orangtua. 

Padahal, saluran pencernaan anak merupakan sistem kompleks yang masih terus berkembang dan memiliki peran penting dalam penyerapan nutrisi guna mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta kenyamanan anak saat beraktivitas sehari-hari.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Subspesialis Gastrohepatologi Anak, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua mengatakan ketidakseimbangan mikrobiota usus sejak dini dapat memicu gangguan pencernaan berulang yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.

Menurut Ariani, periode awal kehidupan merupakan masa penting atau critical window dalam pembentukan mikrobiota usus.

Pada fase tersebut, saluran cerna anak lebih sensitif terhadap perubahan pola makan maupun lingkungan sehingga membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat agar berkembang optimal sesuai usia anak.

“Saluran cerna anak bukan hanya organ pencernaan, melainkan sistem yang kompleks dan terus berkembang. Keseimbangan mikrobiota usus sangat penting karena berpengaruh besar terhadap penyerapan nutrisi dan kenyamanan anak sehari-hari,” kata Ariani dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Permyataan yang disampaikan Ariani dalam rangka World Digestive Health Day (WDHD) 2026 yang mengusung tema global Chronic Diarrhea: Don’t Flush the Signs Away yakni gangguan pencernaan ringan tidak boleh diabaikan demi mencegah dampak jangka panjang bagi anak.

Ariani menerangkan, gangguan keseimbangan mikrobiota usus dapat berdampak pada kesehatan anak secara menyeluruh dan kondisi tersebut kerap ditandai dengan anak yang menjadi kurang nafsu makan, lebih rewel, hingga mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang kurang optimal.

Karena itu, menjaga kesehatan saluran cerna sejak dini dinilai penting untuk mendukung anak tetap nyaman, aktif, dan mencapai tumbuh kembang optimal.

Baca juga: Selain Diare, Ketahui Tiga Penyakit Gangguan Pencernaan pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

"Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan saluran cerna adalah melalui pemenuhan nutrisi yang tepat, termasuk asupan prebiotik. Prebiotik merupakan komponen pangan yang berfungsi sebagai “makanan” bagi bakteri baik di usus," katanya.

Ditambahkan, kombinasi prebiotik seperti FOS, GOS, dan inulin diketahui dapat membantu pertumbuhan bakteri baik, termasuk Bifidobacterium dan Lactobacillus, yang berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mendukung kesehatan saluran cerna.

Secara ilmiah, prebiotik bekerja dengan membantu memodulasi komposisi mikrobiota usus serta meningkatkan produksi senyawa yang berperan dalam menjaga fungsi pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Untuk membantu orang tua mengenali kondisi pencernaan anak, diperkenalkan pula konsep “Triple Signs” sebagai indikator sederhana kesehatan saluran cerna. Tanda pertama adalah golden poop, yakni warna dan konsistensi feses yang normal dengan warna kuning keemasan dan tekstur yang tidak terlalu cair maupun keras.

Tanda kedua adalah frekuensi buang air besar yang teratur sesuai usia anak, sedangkan tanda ketiga adalah rendahnya risiko gangguan saluran cerna berulang.

Ketiga indikator tersebut mencerminkan keseimbangan mikrobiota usus yang baik dan fungsi pencernaan yang optimal.

Baca juga: Saluran Cerna Anak yang Sehat Punya Peran Cegah Stunting

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved