Benarkah Bayi Tabung Bisa Langsung Dapatkan Anak Kembar Seperti Ratna Galih? Ini Penjelasan Dokter

Aktris peran Ratna Galih berhasil melahirkan anak kembar melalui In Vitro Fertilisation (IVF) atau program bayi tabung.

Benarkah Bayi Tabung Bisa Langsung Dapatkan Anak Kembar Seperti Ratna Galih? Ini Penjelasan Dokter
instagram/ratnagalih
Foto Ratna Galih bersama dua anak kembarnya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Aktris peran Ratna Galih berhasil melahirkan anak kembar melalui In Vitro Fertilisation (IVF) atau program bayi tabung.

Lantas apakah dengan program bayi tabung sudah pasti mendapatkan anak kembar?

Dokter yang menangani program bayi tabung Ratna Galih, dr. Caroline Hutomo, MSc dari RSIA Bunda menyebutkan program bayi tabung memang bisa mebantu mendapatkan anak kembar termasuk pada pasangan yang tidak memiliki genetik kembar.

Namun sayangnya tidak semua berhasil mendapatkan bayi kembar karena bergantung kembali kepada kualitas embrio.

“Bisa kembar, karena seperti Ibu Ratna Galih kita masukan dua embrio dengan harapan kalau Tugan mengizinkan mudah-mudahan dua-duanya jadi, kalau dua-duanya jadi dapet anak kembar,” ungkap dr. Caroline saat ditemui di RS Bunda, Senin (8/7/2019).

Baca: Ingin Program Bayi Tabung? Perhatikan Tiga Persiapan Penting Ini

Baca: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Galih Ginanjar Dijemput Pihak Kepolisian Dini Hari Tadi

Ratna Galih dan dua bayi kembarnya saat menggelar konferensi pers kelahiran anak kembarnya di RSIA Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019).
Ratna Galih dan dua bayi kembarnya saat menggelar konferensi pers kelahiran anak kembarnya di RSIA Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

Ratna Galih pun awalnya menginginkan program bayi tabung agar mendapatkan anak kembar perempuan. Seiring perkembangan embrio, embrionya membelaj menjadi anak kembar tapi jenis kelaminnya berbeda yakni kembar perempuan dan laki.

Walaupun tingkat keberhasilannya tidak 100 persen namun bagi yang menginginkan anak kembar dokter tetap akan memasukan dua embrio ke dalam janin ibu yang juga sebagai cadangan jika ada embrio yang tidak berhasil berkembang.

“Kita tetap masukan dua, kalau satu berhasil yang lain harapannya tapi kalau tidak ya untuk meningkatkan daya keberhasilan kehamilan,” papar dr. Caroline.

Ilustrasi
Ilustrasi (shutterstock)

Sementara itu pada mereka yang memiliki genetik kembar mungkin saja satu embrio yang dihasilkan kemudian membelah dan berkembang menjadi janin kembar.

“Kalau punya gen kembar embrionya bisa belah sendiri, karena prose pembelahan sel saat sis sel embrio ini mau meneteas dia kaya ada baju dan cangkangnya saat pengeluaran cangkah di membelah lagi di dalam,” papar dr. Caroline.

Sementara itu dr. Caroline juga menyebutkan bayi yang ingin program bayi tabung untuk anak kembar dokter hanya merekomendasikan kembar dua untuk mengurangi risiko seperti bayi lahir prematur karena rahim yang sangat tertekan.

“Semakin banyak kembarnya regangan perut makin besar maka rahim akan kirim sinyal ini apaan kok gede banget, maka akan lahir prematur dengan kondisi organ yang tidak siap nanti bisa masuk NICU, stres orangtua kasian jadi gak nyaman bagi bayinya,” pungkas dr. Caroline.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved