Agung Hercules Meninggal

Terobosan Baru Cara Dokter Obati Kanker Otak Agung Hercules dengan Virus Polio, Waspadai Gejala Ini!

Terobosan Baru Cara Dokter Obati Kanker Otak Agung Hercules dengan Virus Polio, Waspadai Gejala Ini!

Terobosan Baru Cara Dokter Obati Kanker Otak Agung Hercules dengan Virus Polio, Waspadai Gejala Ini!
Tribunnews/Herudin
Komedian Isa Bajaj bersama kerabat mengangkat keranda jenazah Agung Santoso atau yang akrab disapa Agung Hercules ke mobil ambulans di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (1/8/2019). Agung Hercules meninggal dunia pada usai 51 tahun setelah menderita kanker otak. Rencananya jenazah almarhum akan dimakamkan di Bandung. Tribunnews/Herudin 

Ini Terobosan Baru Cara Dokter Obati Kanker Otak Agung Hercules dengan Virus Polio, Waspadai Gejala Ini!

TRIBUNSTYLE.COM - Teknologi kedokteran untul pengobatan kanker otak alias glioblastoma seperti diderita Agung Hercules sebelum akhirnya meninggal dunia, hingga kini terus dikembangkan.

Sebuah terobosan baru yang menggembirakan dalam pengobatan beberapa jenis tumor ganas otak dibuat oleh para peneliti baru-baru ini.

 Uniknya, pengobatan ini justru mengunakan virus polio.
Namun, tentu virus ini tidak disuntikkan begitu saja pada para pasien kanker otak.

Para dokter di Duke Health di North Carolina, AS telah mengubah genetika virus itu.

Ini karena virus itu menghasilkan reaksi imunitas yang kuat dalam tubuh kita.

Hasilnya, dengan cara ini para peneliti bisa memberikan harapan hidup yang lebih lama bagi para pasien yang kanker otaknya kambuh.

 Air Mata Irfan Hakim, Artika Sari Devi, Mbah Mijan di Unggahan Terakhir Agung Hercules Sebelum Wafat

 Foto dan Video Viral Perubahan Drastis Agung Hercules Saat Bocah, Kekar, Hingga Kurus karena Kanker

 Apa Itu Kanker Glioblastoma yang Diderita Agung Hercules, Berikut Gejala Umum & Pencegahan Sederhana

Selamat jalan Agung Hercules
Selamat jalan Agung Hercules (TribunStyle.com/ IG @firmanismailpatolai)

Semua pasien dalam penelitian adalah penderita glioblastoma, yakni sejenis kanker otak agresif yang mematikan.

Dari sebanyak 61 pasien dalam penelitian itu, 21 persen dari yang menerima pengobatan baru ini masih hidup 3 tahun kemudian.

Sekalipun jumlah itu rendah, jumlah angka penyintas kanker glioblastoma biasanya bahkan lebih rendah lagi, satu setengah tahun setelah didiagnosa.

Para peneliti membandingkan hasil penelitian kelompok yang mendapat pengobatan baru itu dengan hasil penelitian sekelompok pasien yang diambil dari data sejarah perawatan penderita kanker otak di Duke.

HALAMAN 2 ===========>

Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved