Virus Corona

Ahli Kesehatan Australia Curiga Virus Corona Tak Terdeteksi di Indonesia, Menduga Ini Penyebabnya

Australia National University (ANU) Profesor Sanjaya Senanayake mengatakan jika Indonesia kemungkinan sudah tercemar virus corona namun tidak terdetek

Ahli Kesehatan Australia Curiga Virus Corona Tak Terdeteksi di Indonesia, Menduga Ini Penyebabnya
SURYA/SUGIHARTO
Delapan orang Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) disambut oleh pihak kampus dan keluarga setelah mendarat di Bandara Juanda, Jatim, Sabtu (15/2/2020). Sembilan Mahasiswa Unesa terpaksa menjalani 14 hari masa observasi di Natuna, setelah sebelumnya mengikuti program beasiswa di Wuhan, Cina, yang merupakan pusat penyebaran Virus Corona. SURYA/SUGIHARTO 

TRIBUNNEWS.COM - Wabah virus corona yang terjadi dibeberapa belahan dunia ini telah menewaskan 1.486 orang dengan 65.210 orang yang terinfeksi pada Jumat (14/2/2020) pagi.

Virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China ini telah menyebar ke berbagai negara.

Bahkan negara tetangga Indonesia seperti Australia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan Kamboja telah dikepung virus mematikan ini.
Namun yang menariknya, Indonesia justru menyatakan jika belum adanya kasus terkait virus corona.

Hal ini tentu menuai perhatian banyak pihak, seperti peneliti dari Harvard serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Setelah kekhawatiran dari WHO, kali ini ahli kesehatan asal Australia ikut mempertanyakan klaim Indonesia terkait tidak adanya warga negara Indonesia yang terinfeksi virus corona.

Melansir dari SBS, ahli penyakit menular dari Australia National University (ANU) Profesor Sanjaya Senanayake mengatakan jika Indonesia kemungkinan sudah tercemar virus corona namun tidak terdeteksi.

Baca: Rebutan Obat Tangkal Virus Corona di China Brutal, Nenek dan Bocah Terkapar, Jadi Korban Penusukan

Baca: Lucinta Luna Ajukan Daftar Permintaan Selama di Sel Pada Abash, Teh Diet Sampai Utang

Terlebih kebiasaan orang Indonesia yang lebih memilih berdiam di rumah ketika sakit daripada harus ke rumah sakit.

"Mungkin itu masalahnya, mereka tidak mendeteksi virus Corona," kata Senanayake.

Ia menuturkan, semua tergantung pada kemampuan layanan kesehatan.

"Ini tergantung dengan kemampuan layanan kesehatan untuk menyaring dan mendeteksi." lanjutnya.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved