Virus Corona

Hingga 20 Februari 2020, China Laporkan 2.200 Tewas Akibat Virus Corona, Disusul 889 Kasus Baru

Komite Kesehatan Nasional China telah mengkonfirmasi 889 kasus baru terkait virus corona pada Kamis (20/2/2020) kemarin.

Hingga 20 Februari 2020, China Laporkan 2.200 Tewas Akibat Virus Corona, Disusul 889 Kasus Baru
AFP/STR
Seorang paramedis Laboratorium memegang sampel virus di laboratorium Hengyang, Provinsi Henan, China, Rabu (19/02/2020). Data terakhir tercatat korban tewas akibat epidemi virus coronavirus COVID-19 melonjak menjadi 2.112 dan pada Kamis (20/02/2020) ada 108 orang lagi meninggal di Provinsi Hubei, Kota pusat penyebaran yang paling parah dari wabah Corona tersebut. (STR/AFP)/China OUT 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Komite Kesehatan Nasional China telah mengkonfirmasi 889 kasus baru terkait virus corona pada Kamis (20/2/2020) kemarin.

Dilansir Channel News Asia, jumlah kasus baru itu membuat akumulasi total warga China daratan yang positif terinfeksi mencapai 75.465 orang.

Sementara itu, kematian akibat virus corona di China daratan mencapai angka 2.236, meningkat 118 pada hari sebelumnya.

Provinsi Hubei --pusat wabah virus tersebut-- telah melaporkan 115 kematian terbaru, sementara di Wuhan tercatat 99 kematian baru.

ILUSTRASI - Melonjaknya harga masker di Indonesia menjadi sorotan media asing. Straits Time bahkan menulis harga masker lebih mahal ketimbang emas.
ILUSTRASI - Melonjaknya harga masker di Indonesia menjadi sorotan media asing. Straits Time bahkan menulis harga masker lebih mahal ketimbang emas. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Pihak berwenang China mengatakan menurunnya tingkat jumlah warga yang terinfeksi menunjukkan mereka berhasil membuat virus tak menyebar dari Hubei.

Meskipun penurunan jumlah kasus baru di China menggembirakan, WHO mengatakan infeksi di luar China masih bisa terus menyebar.

"Kami gembira akan tren ini, tetapi ini bukan waktunya untuk merasa puas," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom di Jenewa, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (21/2/2020).

Untuk saat ini, 25 negara selain China telah melaporkan 1.076 kasus kepada WHO. Termasuk lima laporan terakhir dari Iran.

Tedros mencatat bahwa total kasus pelaporan tersebut memang sangat rendah dibandingkan dengan jumlah di China daratan yang mencapai 75.000-an kasus.

"Tapi (jumlah) itu mungkin tak akan sama untuk waktu yang lama," kata Tedros.

Sumber : Channel News Asia

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved