Sabtu, 11 April 2026

Sering Salah Diagnosis, Kenali Gejala Diabetes Tipe 1 pada Anak Sejak Dini

Dokter yang tidak terbiasa menangani kasus diabetes anak, mungkin lebih fokus pada penyakit umum. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi
DISKUSI DIABETES - Changing Diabetes in Children (CdiC) Lead, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A, Subsp. End., FAAP FRCPI (Hon.) dalam diskusi media CDiC Diabetes Camp dan Novo Nordisk di Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh sehat. Namun, ada kalanya penyakit serius datang tanpa tanda yang jelas. 

Salah satunya adalah diabetes tipe 1 pada anak. Sayangnya, kondisi ini masih sering terlambat dikenali. 

Banyak anak yang awalnya dibawa ke rumah sakit karena keluhan sakit perut, sesak, atau tampak lemah, tetapi dokter tidak langsung mencurigai diabetes

Akibatnya, diagnosis pun meleset, dan penanganan jadi terlambat.

Mengapa Salah Diagnosis Bisa Terjadi?

Changing Diabetes in Children (CdiC) Lead, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A, Subsp. End., FAAP FRCPI (Hon.), menegaskan salah diagnosis sering terjadi karena kurangnya kesadaran. 

Baca juga: Diabetes Tipe 1 pada Anak, Penyakit Autoimun yang Sering Terlambat Terdeteksi

“Pertama karena tidak pernah terpikir. Jadi tidak ada awareness. Jadi ketika pasien masuk sesak, pasien masuk sakit perut, yang terpikir itu yang lain-lain. Secara emergensi. Jadi tidak pernah terpikir,” jelasnya pada media diskusi CDiC Diabetes Camp dan Novo Nordisk di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Dokter yang tidak terbiasa menangani kasus diabetes anak, mungkin lebih fokus pada penyakit umum. 

Misalnya, ketika anak sesak, pikirannya langsung ke asma atau infeksi paru. 

Ketika sakit perut, yang dipikirkan usus buntu atau maag. Padahal, pemeriksaan gula darah sederhana bisa menjadi kunci penentu diagnosis.

Gejala Khas yang Harus Diwaspadai

Prof. Aman menekankan bahwa orang tua harus mengenali gejala klasik diabetes tipe 1

“Ketika kita dapat anak, banyak makan, banyak minum, banyak kencing. Berat badan turun drastis. Yang tadinya tidak ngompol, ngompol lagi. Apalagi anak mulai loyo. Yang pertama harus dibikirkan adalah diabetes,” ujarnya.

Gejala ini sering disebut “3P”: polidipsia (banyak minum), poliuria (banyak kencing), polifagia (banyak makan), ditambah dengan penurunan berat badan yang cepat.

Pada beberapa anak, gejala lain juga bisa muncul:

  • Mudah lelah dan tampak lesu
  • Perubahan perilaku, jadi lebih rewel atau sulit konsentrasi
  • Luka yang sulit sembuh
  • Infeksi berulang, misalnya sariawan atau infeksi saluran kemih

Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera memeriksakan anak ke dokter dan melakukan tes gula darah.

Risiko Fatal dari Diagnosis yang Terlambat

Salah diagnosis bukan sekadar salah nama penyakit. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved