Mengapa Cuci Tangan Dengan Air dan Sabun Lebih Baik dari Hand Sanitizer? Ini Alasannya

Mencuci tangan terus digaungkan untuk untuk pencegahan virus corona (COVID-19) karena tangan bisa menjadi media penularan virus.

Mengapa Cuci Tangan Dengan Air dan Sabun Lebih Baik dari Hand Sanitizer? Ini Alasannya
Istimewa
Cuci tangan. salah satu upaya yang dianjurkan untuk cegah penularan virus COVID-19. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Mencuci tangan terus digaungkan untuk untuk pencegahan virus corona (COVID-19) karena tangan bisa menjadi media penularan virus.

Tangan yang kotor sehabis memegang fasilitas publik kadang masuk ke mulut saat makan, mengucek mata, memegang hidung sehingga virus masuk ke dalam tubuh.

Mencuci tangan yang baik ditekankan oleh Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto adalah menggunakan sabun dan air mengalir dibandingkan hand sanitizer.

Alasannya kalau menggunakan sabun dan air, bagian-bagian yang sulit terjangkau akan terkena air dan sabun seperti bagian sela-sela jari maupun kuku-kuku jari.

Jemaah mencuci tangan dengan hand sanitizer sebelum memasuki Masjid Nasional Al Akbar untuk menunaikan Salat Jumat, di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (20/3/2020). Meskipun tetap menggelar Salat Jumat di tengah wabah virus corona (Covid-19), Masjid Nasional Al Akbar Kota Surabaya menerapkan sejumlah prosedur yaitu pencucian tangan dengan hand sanitizer, pemeriksaan suhu badan, dan pemakaian masker serta pemberian jarak (social distancing) 1 meter tiap baris atau shaf jemaah. Surya/Ahmad Zaimul Haq
Jemaah mencuci tangan dengan hand sanitizer sebelum memasuki Masjid Nasional Al Akbar untuk menunaikan Salat Jumat, di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (20/3/2020). Meskipun tetap menggelar Salat Jumat di tengah wabah virus corona (Covid-19), Masjid Nasional Al Akbar Kota Surabaya menerapkan sejumlah prosedur yaitu pencucian tangan dengan hand sanitizer, pemeriksaan suhu badan, dan pemakaian masker serta pemberian jarak (social distancing) 1 meter tiap baris atau shaf jemaah. Surya/Ahmad Zaimul Haq (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

"Cuci tangan pakai air dan sabun, tidak harus menggunakan hand sanitizer karena dengan sabun dan menggunakan air yang mengalir kita bisa membasuh seluruh celah-celah kuku dan sebagainya dengan baik," ungkap Yurianto saat memberikan keterangan pers, Rabu (25/3/2020).

Sementara dengan hand sanitizer biasanya hanya membersihkan telapak tangan saja, sedangkan bagian punggung tangan suka luput dioleskan hand sanitizer.

"Menggunakan handsanitizer mungkin hanya telapaknya saja yang bisa dibersihkan, punggung tangan dan sela-sela jaro lebih sering tidak masuk, karena itu kembali cuci tangan," ungkap Achmad Yurianto.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved