Lebih Menular dari Covid-19, Dokter Sebut Flu Singapura Mudah Menyebar di Sekolah dan Daycare
Banyak orangtua resah dengan merebaknya kasus Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang menyerang anak-anak di berbagai
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior
Ringkasan Berita:
- Kasus Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang menyerang anak-anak di berbagai wilayah Indonesia merebak.
- Flu Singapura menyimpan bahaya fatal yang bisa menyerang saraf hingga menyebabkan lumpuh layu pada anak.
- Dokter mengungkap tingkat penularan penyakit ini sangat tinggi, bahkan melampaui virus Covid-19.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Belakangan ini para orang tua dibuat resah dengan merebaknya kasus Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang menyerang anak-anak di berbagai wilayah Indonesia.
Bukan sekadar sariawan dan bintik merah biasa, ternyata Flu Singapura menyimpan bahaya fatal yang bisa menyerang saraf hingga menyebabkan lumpuh layu pada anak.
Baca juga: 18 Ribu Kasus Terdeteksi di Indonesia, Orang Tua Wajib Tahu Pencegahan Flu Singapura pada Anak
Dokter Spesialis Anak Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Handayani, M.Ked (Ped), Sp.A, mengungkapkan tingkat penularan penyakit ini sangat tinggi, bahkan melampaui virus Covid-19.
"Kita bayangkan, dalam satu kelas atau daycare, satu anak saja terinfeksi HFMD, itu bisa menulari 12 anak di sekitarnya. Dulu saja Covid satu anak menulari 7 anak. Jadi ini harus benar-benar diwaspadai," kata dr. Handayani dalam acara kesehatan di Tangerang, Jumat (29/5/2026).
Lantas, apa saja bahaya laten virus ini dan bagaimana cara melindunginya?
Ancaman Virus EV71: Bisa Serang Saraf dan Otak
Dr. Handayani menjelaskan Flu Singapura disebabkan oleh beberapa tipe virus. Jika disebabkan oleh Coxsackievirus tipe A16, gejalanya cenderung ringan dan bisa ditoleransi.
Namun, yang paling berbahaya adalah jika anak terinfeksi Enterovirus 71 (EV71).
Baca juga: Pakai Bedak Jadi Bumerang Bagi Penderita Flu Singapura, Ini Mitos yang Tak Kalah Mengkhawatirkan
"Si EV71 ini virusnya lebih bandel dan tahan lama. Dia bisa menembus sampai ke saraf anak. Kalau sudah menyerang saraf, komplikasinya bisa ke otak, menyebabkan kejang, hingga lumpuh layu," jelasnya.
Selain itu, demam tinggi mencapai 39 derajat celcius serta sariawan hebat seringkali membuat anak malas makan dan minum, yang berujung pada risiko dehidrasi berat.
Lebih Menular dari Covid-19, Bertahan 24 Jam di Mainan
Salah satu alasan mengapa Flu Singapura cepat merebak di sekolah atau tempat bermain seperti daycare adalah daya tahan virusnya.
Berbeda dengan virus flu biasa yang memiliki kapsul (pelindung) sehingga mudah mati di permukaan benda, virus HFMD adalah tipe non-enveloped virus.
"Dia tanpa kapsul, jadi lebih kuat bertahan di permukaan meja atau mainan selama beberapa jam hingga satu hari penuh," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mengenal-penyakit-flu-singapura.jpg)