Breaking News:

Hanya Makan Ayam Tanpa Sayur dan Karbohidrat Jadi Tren Pola Makan Kekinian, Sehat atau Tidak?

tren pola makan sehat kekinian yang digemari. Misalkan mengonsumsi protein hewani saja seperti ayam tanpa karbohidrat dan sayur. Sehat atau tidak

Shutterstock
Siapa sangka stunting pada anak bisa dipengaruhi oleh gaya hidup kita di masa remaja? Ternyata, salah satu penyebabnya adalah cara diet yang salah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ada beberapa tren pola makan sehat kekinian yang digemari. Misalkan mengonsumsi protein hewani saja seperti ayam tanpa karbohidrat dan sayur. Sehat atau tidak?

Tenryata dampaknya ternyata tidak terlalu bagus untuk menjaga kesehatan tubuh.

Dokter Spesialis Gizi Klinis dr. Imelda Goretti, Sp.GK menyebutkan tren pertama yang salah adalah hanya mengonsumsi ayam saja untuk diet.

Dr. Imelda menjelaskan kalau hanya makan ayam saja maka efeknya tubuh akan kekurangan nutrisi lainnya yang dibutuhkan untuk menambah energi seperti protein, lemak, dan serat

"Tren sekarang hanya suka makan ayam itu tidak dianjurkan karena tidak mendapatkan manfaat baik dari setiap zat gizi dari makanan," ucap dr. Imelda saat webinar bersama RS Eka Hospital.

Baca: Tips Diet Sehat, Gak Harus Tinggalkan Nasi, Tetap Konsumsi Karbohidrat Tapi Porsinya Dikurangi

Baca: Masih Rajin Makan Nasi Tiap Hari, Ini Menu Diet Tya Ariestya Sampai Berhasil Turun 7 Kg Sebulan

Ilustrasi Sayuran.(Kompas.com)
Ilustrasi Sayuran.(Kompas.com) (Kompas.com)

Jenis makanan yang bervariasi yang dikonsumsi bergantian setiap harinya tapi porsinya diatur justru lebih membantu membuat tubuh sehat.

"Tidak ada superfood hanya dengan makan satu jenis makanan saja, jadi kalau mau bagus kalau mau sehat harus semua nutrisi dikonsumsi, makan bervariasi dan bergantian," kata dr. Imelda.

Kemudian tren berikutnya adalah saat ini banyak bermunculan produk makanan sehat mulai dari makanan ringan yang dikemas hingga catering sehat.

Walaupun berkedok makanan sehat maka perhatikan juga komposisi nutrisi dan cara pembuatannya, jangan sampai berlebihan mengonsumsinya yang menbuat tubuh sakit.

"Banyak orang yang salah persepsi makan yang seolah makan sehat tapi sebenarnya bukan makan sehat sesungguhnya, hati-hati kalorinya besar," ucap dr. Imelda.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved