Breaking News:

Terungkap, Ternyata ini Penyebab Anak-anak Lebih Kebal dengan Tingkat Kematian Corona Lebih Rendah

Terjawab sudah mengapa anak-anak lebih kebal terhadap corona dibandingkan orang dewasa dengan tingkat kematian lebih sedikit.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anak-anak korban kebakaran di Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara melihat atraksi badut dari Yayasan Aku Badut Indonesia (ABI), Selasa (22/9/2020). Penyembuhan trauma atau trauma healing kepada anak-anak korban bencana penting dilakukan agar dapat tumbuh dengan baik. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Terjawab sudah mengapa anak-anak lebih kebal terhadap corona dibandingkan orang dewasa dengan tingkat kematian lebih sedikit. 

Hal ini dikuatkan oleh sebuah penelitian di Yale University dan Albert Einstein College of Medicine.

Memang, virus corona ini masih menjadi momok yang menakutkan.

Belum lama ini peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang tertulas virus corona sembilan kali lebih berisiko meninggal dibandingkan dengan anak-anak.

Mereka menganalisis darah dan plasma pasien anak dan dewasa untuk melihat sekilas bagaimana tubuh mereka merespon infeksi secara berbeda.

Melansir dari Daily Mail, sampel tersebut menemukan bahwa anak-anak memiliki tingkat sitokin kekebalan yang lebih tinggi dari orang dewasa.

Itulah yang disebut dengan sistem kekebalan 'bawaan', sebentara orang dewasa menghasilkan lebih banyak antibodi dan sitokin yang dibuat oleh sistem kekebalan 'adaptif'.

Meskipun tingkat antibodi mereka lebih tinggi, orang dewasa sejauh ini berjuang lebih keras melawan penyakit tersebut.

Halaman Selanjutnya --->>>

Editor: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved