Sering Salah Kaprah, Psikolog Tegaskan Kesehatan Mental Tidak Berkaitan dengan Religiusitas
Psikolog klinis Rena Masri, M.Psi menjelaskan masalah kesehatan mental tidak berkaitan dengan kepercayaan seseorang kepada Tuhan-nya.
TRIBUNNEWS.COM - Psikolog klinis Rena Masri SPsi MPsi menjelaskan masalah kesehatan mental yang sering menjadi salah kaprah di masyarakat.
Di antaranya seperti banyak anggapan masalah kesehatan mental berkaitan dengan religiusitas atau kepercayaan kepada Tuhan.
Masyarakat awam sering menilai, kurangnya religiusitas seseorang menyebabkan masalah kesehatan mental.
Akibatnya, pasien dengan gangguan mental sering mendapat penanganan yang kurang maksimal.
Rena pun menegaskan masalah kesehatan mental tidak berkaitan dengan kereligiusan seseorang.
Pasalnya penyakit mental tidak muncul secara tiba-tiba, karena tingkat pengetahuan seseorang dari agama dianggap kurang.
Baca juga: Pekerja Sosial sebagai Pahlawan Pemelihara Kesehatan Mental di Masa Pandemi COVID-19
Baca juga: Stres Saat Pandemi Picu Ganguan Kesehatan Mental, Hindari Stress, Cari Informasi Benar Soal Covid-19
Hal ini ia sampaikan dalam diskusi daring 'Halotalks: Pendekatan Kesehatan Holistik Guna Mewujudkan Indonesia Sehat' pada Rabu (11/11/2020).
"Religiusitas memang betul memengaruhi perasaan nyaman, perasaan tenang tapi penyebabnya bukan hanya itu."
"Tapi ada tekanan-tekanan tertentu dimana tekanannya itu lebih berat dibandingkan kapasitas kita untuk menghadapi tekanan itu."
"Sehingga akhirnya muncul tekanan, depresi, dan lainnya. Jadi (salah kaprah) itu yang masih banyak dan sering muncul di masyarakat," kata Rena.
Kendati demikian, Rena membenarkan religiusitas penting untuk dimiliki seseorang.
Baca juga: Solusi Masalah Kesehatan Mental di Masa Pandemi, Satu di Antaranya Jangan Tonton Film Horor
Baca juga: Kesehatan Mental Laki-laki Perlu Diperhatikan untuk Cegah Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Namun, pasien dengan gangguan mental yang parah perlu bantuan ahli untuk menjalani pemulihan.
Tidak hanya persoalan religiusitas, pendiri komunitas psikologi Cinta Setara ini juga membeberkan salah kaprah lainnya.
Menurut Rena, masyarakat masih sering mendiagnosis penyakit mentalnya sendiri.
Padahal, ia hanya bermodalkan membaca ciri-ciri penyakit tersebut tanpa berkonsultasi dengan psikolog.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/post-holiday-syndrome-depresi.jpg)