Breaking News:

Penderita Anemia Tak Boleh Konsumsi Susu? Ahli Gizi Sarankan Sebaiknya 2 Jam Usai Makan

Benarkah penderita anemia dilarang konsumsi kalsium termasuk susu? Ini penjelasan dan trik dari ahli gizi.

freepik.com
Ilustrasi susu 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Nur Alamsyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengkonsumsi susu dibutuhkan semua orang di segala usia.

Selama ini beredar anggapan di masyarakat bahwa seorang penderita anemia sebaiknya tidak mengonsumsi kalsium, termasuk dalam bentuk susu.

Baca juga: Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Ini Dampaknya pada Anak-anak, Jangan Anggap Sepele

Baca juga: Anemia Pada Remaja Putri Berisiko Tingkatkan Stunting

Sebab, kalsium dianggap dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga memperburuk kondisi anemia.

Ahli gizi Khoirul Bariyyah dati Rumah Sakit Anak dan Ibu (RSAB) Harapan Kita menanggapi hal tersebut.

Menurutnya, susu yang harus dihindari penderita anemia adalah susu sapi segar.

Tangkapan layar siaran langsung dari akun Instagram @radiokesehatan dengan narasumber Khoirul Bariyyah, S.Gz dari Rumah Sakit Anak dan Ibu (RSAB) Harapan Kita. Membahas tentang Gizi Seimbang untuk Pencegahan Anemia Pada Anak Remaja
Tangkapan layar siaran langsung dari akun Instagram @radiokesehatan dengan narasumber Khoirul Bariyyah, S.Gz dari Rumah Sakit Anak dan Ibu (RSAB) Harapan Kita. Membahas tentang Gizi Seimbang untuk Pencegahan Anemia Pada Anak Remaja (istimewa)

"Kecuali susu sapi segar, karena kandungan zat besinya rendah," kata Riya dalam acara bertajuk Talkshow Keluarga Sehat yang di siarkan secara langsung melalui akun Instagram @Radiokesehatan, Rabu, (10/2/2021).

Menurutnya, boleh saja untuk mengkonsumsi susu, apalagi yang sudah difortifikasi dengan zat besi serta butuh perhitungan karena susu mengandung protein.

Baca juga: Beredar di Indonesia 70 Persen Susu Pertumbuhan Balita Ternyata Tidak Sehat, Bisa Sebabkan Stunting

"Saya bilang boleh, namun butuh perhitungan karena susu juga mengandung protein banyak juga susu buatan pabrik yang sudah difortifikasi dengan zat besi," katanya.

Ia menambahkan sebaiknya tidak dibarengi saat waktu makan.

"Minum susu tidak dibarengi saat waktu makan, di jeda, misal 2 jam setelah makan," ucapnya.

Saat mengkonsumsi susu juga sebaiknya saat jam makan ringan.

"Atau dimunim saat jam makan siang snack atau jam malam snack," kata Riya.

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved