Breaking News:

Pentingnya Mengenali Bipolar, Dua Sisi Kepribadian yang Ekstrim dan Bahayanya

Bipolar menurut dr Mutiara Utami Sp. KJ merupakan suatu gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati atau perasaan.

Ilustrasi bipolar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari Bipolar Sedunia diperingati setiap tanggal 30 Maret.

Tanggal tersebut merupakan tanggal kelahiran dari seorang seniman Belanda yang terkenal, Vincent van Gogh mengidap gangguan bipolar

Meski begitu, Vincent tidak mundur atau terpuruk pada gangguan yang dialaminya.

Baca juga: Pria Penderita Bipolar Suntikkan Jamur Ajaib ke Tubuhnya sebagai Obat, Berujung Alami Gagal Organ

Baca juga: Pada Hotman Paris, Marshanda Tegaskan Cerai dan Ubah Penampilan Bukan karena Idap Bipolar Disorder

Namun ia tetap terus berkarya hingga dapat memberikan inspirasi ke semua orang. 

Tujuan dari memperingati Hari Bipolar Sedunia ini sendiri adalah agar masyarakat memahami pentingnya gangguan bipolar. Serta memberikan dukungan kepada penderitanya.

Bipolar menurut dr Mutiara Utami Sp. KJ merupakan suatu gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati atau perasaan.

Gangguan bipolar berkaitan dengan kejiwaan di mana pengidap bipolar mengalami gangguan emosi yang cenderung fluktuatif.
Gangguan bipolar berkaitan dengan kejiwaan di mana pengidap bipolar mengalami gangguan emosi yang cenderung fluktuatif. (IST)

Seakan mempunyai di dua kutub, penderita punya dua sisi kepribadian yang bersifat ekstrim.

Terkadang bisa merasa sangat bahagia. Namun beberapa saat kemudian tergantikan oleh rasa sedih yang luar biasa.

Ketika perasaan senang tiba, penderita bipolar seakan bisa melakukan apa saja.

Selain itu dirinya kerap dipenuhi oleh bermacam-macam ide. Selalu riang gembira tanpa beban.

Hanya saja ketika merasa sedih, ia bisa sampai ketahap depresi sehingga mengalami gangguan secara fisik dan psikis.

Nafsu makan menurun, malas untuk melakukan kegiatan apa pun. Bahkan yang paling buruk dari tindakan bipolar salah ingin mengakhiri hidupnya sendiri. 

Oleh karena itu, menurut Utami, orang yang menderita Bipolar harus segera diobati.

Karena tidak hanya dapat mengancam keselamatan dirinya, tapi juga bisa melukai orang lain.

Apalagi ketika sudah mengalami rasa emosi yang memuncak. Penderita bipolar dapat marah hingga mengamuk.

"Mengobati bipolar memang harus menghubungi profesional. Berinteraksi dengan psikater, spesialis kesehatan. Dan nanti ada psikoterapi dan ngobrol dulu," katanya pada siaran radio Tamala FM, Selasa (30/3/2021).

Selain itu pada diri sendiri bisa dimulai memikirkan apa yang pertama kali menjadi pencetus munculnya bipolar.

Kedua, jika sudah tahu pencetusnya, cobalah untuk menjauhi hal tersebut. Dan jangan lupa, lakukan aktifitas fisik seperti olahraga dan refreshing.

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved