Kamis, 7 Mei 2026

Perlukah Khawatir Berlebihan Jika Memiliki Kista Ovarium Seperti Aurel Hermansyah

Penting sebelum menikah melakukan skrining kesehatan seperti yang dilakukan selebritas Aurel Hermansyah.

Tayang:
Grid.id
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Penting sebelum menikah melakukan skrining kesehatan seperti yang dilakukan selebritas Aurel Hermansyah.

Istri Atta Hallilintar itu diketahui memiliki kista di rahim atau yang lebih dikenal dengan penyakit kista ovarium, setelah melakukan medical check up jelang pernikahanya.

Bagi perempuan, mungkin mendengar kista ovarium menakutkan dan menjadi momok seram karena penyakit tersebut bisa menyebabkan seseorang tidak mendapat keturunan.

Seperti dikutip dari website RS Awal Bros (4/4/2021), kista ovarium bisa disembuhkan.

Disebutkan bahwa kista ovarium bukanlah penyakit berbahaya.

Jika sulit hamil dan terjadi komplikasi lain, maka penanganan kista tidak dilakukan dengan benar.

Baca juga: Thalita Latief Pendam Masalah Pernikahannya dengan Dennis Lyla Sampai Terkena Kanker Tiroid

Kista ovarium adalah benjolan berisi cairan yang berkembang pada indung telur (ovarium) perempuan.

Kehadiran kista sendiri jarang bisa terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala. Sehingga, dianjurkan melakukan deteksi dini.

Semakin cepat mengetahuinya semakin mudah pula mengatasinya.

Penyebab Kista

- Jika memiliki keturunan ibu atau nenek menderita kista serupa, mengalami ketidakseimbangan hormon, jarang olahraga.

Baca juga: Pentingnya Pengobatan Optimal Pasien Kanker Payudara Stadium Dini 

- Merokok, mengkonsumsi alkohol, makan makanan siap saji, mengandung pengawet, penyedap rasa dan pewarna juga dapat memicu tumbuhnya tumor pada umumnya.

Gejala yang Bisa Timbul

Perubahan siklus haid menjadi tidak teratur, perdarahan diluar siklus haid, nyeri di perut bawah, teraba benjolan di perut bawah.

Bila kista sudah cukup besar akan ada gejala seperti : sering buang air kecil, cepat kenyang, nyeri saat buang air besar, mual, nyeri panggul saat melakukan hubungan seksual, nyeri haid yg hebat dan nyeri pada daerah panggul di luar haid.

Baca juga: Proses Pembentukan Kanker Dimulai dari Kerusakan DNA yang Dipicu Berbagai Faktor

Pada kebanyakan kasus, biasanya tidak akan menyadari kehadiran kista ovarium di tubuh.

Namun bisa dirasakan jika memiliki kista yang telah membesar, pecah, terinfeksi dan terpuntir sehingga menghalangi aliran darah ke ovarium.

Ada Dua Jenis Kista

Kista ovarium dibagi ke dalam dua jenis utama, yaitu kista fungsional dan kista patologis. Kista fungsional adalah kista yang sering dialami oleh seorang perempuan dan bisa mengecil dengan sendirinya.

Jenis kista yang kedua adalah kista patologis. Berbeda dengan kista fungsional, kista patologis mengandung sel abnormal.

Kategori kista muncul akibat adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Terdapat beberapa jenis kista ovarium patologis seperti : Kista yg berisi cairan jernih namanya Kista Serosum, Kista yg berisi cairan kental namanya Kista Musinosum, Kista yg berisi jaringan lemak, rambut dan tulang rawan namanya Kista Dermoid, Kista yg berisi cairan coklat seperti darah haid namanya Kista Coklat atau Kista Endometriosis.

Lalukan Ultrasonografi (USG) untuk Deteksi Kista

Untuk mengetahui adakah kista di rahim perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Pemeriksaan yang dilaksanakan berupa Ultrasonografi (USG). Cara ini digunakan untuk mendeteksi kehadiran kista ovarium dan mengetahui ukurannya. Selama pemeriksaan, alat USG ditempelkan ke perut.

Isi rongga perut atau panggul bisa terlihat pada tampilan layar monitor. Bila diperlukan akan dilakukan pemeriksaan USG melalui Vagina atau Transvaginal USG.

Dokter akan menyarankan untuk menjalani tes darah jika hasil USG menunjukkan bahwa kista yang dimiliki berbentuk padat atau berisiko tinggi terkena kanker ovarium.

Penanganan Kista Ovarium

Observasi dilakukan pada kista fungsional. Sedangkan tindakan operasi akan dilakukan bila : Kista sudah besar (ukuran 8 cm atau lebih), disertai keluhan seperti nyeri hebat atau nyeri perut disertai demam.

Kista bisa mengenai semua kelompok umur, anak-anak, remaja , dan usia dewasa. Kebanyakan terjadi pada usia reproduksi yaitu usia 20 tahun sampai 35 tahun.

Oleh karena itu sebaiknya rutin memeriksakan diri ke dokter atau segera berkonsultasi dengan dokter apabila ditemui gejala-gejala seperti di atas.

Diharapkan kista Ovarium tidak menjadi momok yang menakutkan lagi bagi perempuan bila diketahui secara cepat dan ditangani tepat.

Berita terkait

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved