Sabtu, 9 Mei 2026

WHO: Hantavirus Mematikan dan Menular dari Manusia ke Manusia, Asalnya dari Amerika Selatan

Laporan kasus penularan dari orang ke orang telah didokumentasikan selama bertahun-tahun tapi hanya sedikit penelitian soal ilmu dibalik klaster itu..

Tayang:
Editor: willy Widianto
Youtube
HANTAVIRUS - Tangkap layar YouTube New York Post 4 Mei 2026, memperlihatkan kapal pesiar MV Hondius di lepas pantai Cape Verde. Dugaan wabah Hantavirus menewaskan 3 orang 

Ringkasan Berita:
  • Wabah tersebut disebabkan oleh strain virus Andes yang ditemukan di Amerika Selatan.
  • Kapal pesiar MV Hondius tersebut memulai perjalanannya di Argentina.
  • Dari hampir 150 penumpang di kapal, terdapat delapan kasus

 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam pernyataannya mengatakan beberapa penumpang di kapal pesiar MV Hondius mungkin telah terinfeksi virus hantavirus yang mematikan melalui penularan dari orang ke orang.

Baca juga: Kapal Pesiar MV Hondius dan Ancaman Virus di Benua Beku Antartika, Pariwisata Jadi Sorotan

“Asumsi kami adalah mereka terinfeksi saat turun dari kapal dan kemudian bergabung dengan pelayaran,” kata Maria Van Kerkhove, Seorang Ahli Epidemiologi Amerika dan Penasihat Teknis untuk WHO dikutip dari NBC News, Rabu(6/5/2026).

Maria Van Kerkhove juga menjelaskan bahwa hantavirus bisa menular dari manusia ke manusia. “Namun, kami percaya bahwa mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat, suami dan istri, orang-orang yang berbagi kabin, dan sebagainya," ujarnya.

WHO mengkonfirmasi bahwa wabah tersebut disebabkan oleh strain virus Andes yang ditemukan di Amerika Selatan dan terutama dibawa oleh spesies hewan pengerat yang disebut tikus padi kerdil. Kapal pesiar MV Hondius tersebut memulai perjalanannya di Argentina.

Dari hampir 150 penumpang di kapal, terdapat delapan kasus, menurut WHO. Tiga diantaranya telah dikonfirmasi sebagai hantavirus melalui pengujian laboratorium.

Tiga orang telah meninggal. Seorang pria Inggris berada di perawatan intensif di Afrika Selatan, dan tiga orang melaporkan gejala ringan.

Sebagian besar penumpang masih dikarantina di kapal, yang berlabuh di lepas pantai Cape Verde di Afrika Barat.

Tiga penumpang dievakuasi secara medis pada hari Rabu ke Belanda. Seorang pria yang pernah bepergian dengan kapal tersebut sedang dirawat karena virus tersebut di Zurich, demikian konfirmasi dari pihak berwenang Swiss.

Para pejabat kesehatan dan perusahaan kapal pesiar belum menyatakan kapan para penumpang akan diizinkan untuk meninggalkan kapal.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa mengatakan pada Selasa sore bahwa pasien yang membutuhkan perawatan darurat sedang dievakuasi. Sisanya akan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, di mana awak dan penumpang lainnya akan diperiksa, dirawat, dan kemudian dipindahkan ke negara asal mereka.

Karena masa inkubasi virus dapat berkisar antara dua hingga delapan minggu, masih ada kemungkinan lebih banyak penumpang akan mengalami gejala.

Hantavirus biasanya menyebar melalui hewan pengerat melalui feses, urin, dan air liur. Manusia terinfeksi ketika menghirup partikel di udara yang mengandung virus. Virus ini dapat menyebar kapan saja, tetapi kasus sebelumnya dilaporkan terjadi pada musim semi dan musim panas ketika aktivitas hewan pengerat meningkat dan saat orang-orang menyapu selama pembersihan musim semi, tanpa menyadari bahwa hewan pengerat telah berhibernasi di sudut-sudut hangat rumah mereka selama musim dingin.

Baca juga: Kata Pakar Soal Hantavirus vs Covid-19: Satu Lebih Mematikan, Satu Lebih Menular

Terdapat beberapa kasus penularan yang terdokumentasi melalui kontak dengan orang lain yang terinfeksi. Jenis penyebaran tersebut hanya dikaitkan dengan strain Andes.

“Sebagian besar hantavirus tidak dapat menyebar melalui penularan dari manusia ke manusia,” kata Sabra Klein, seorang profesor di departemen mikrobiologi molekuler dan imunologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved