Breaking News:

Penanganan Covid

WHO: Ada Kemungkinan Covid-19 Menular dari Manusia ke Kucing, Anjing dan Harimau

WHO sudah merekomendasikan masyarakat yang positif terinfeksi Covid-19 agar membatasi kontak dengan hewan peliharaan.

Radio Free Europe
Melita Vujnovic 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkonfirmasi adanya kemungkinan penularan virus corona (Covid-19) dari manusia ke kucing, anjing, cerpelai, rakun, singa dan harimau.

WHO juga mempelajari efek virus itu pada spesies hewan lain, seperti yang disampaikan perwakilan WHO untuk Rusia, Melita Vujnovic pada hari Senin waktu setempat.

"Virus Covid-19 menyebar terutama melalui penularan dari manusia ke manusia, namun ada bukti yang menunjukkan penularan dari manusia ke hewan, karena itu adalah virus zoonosis," kata Vujnovic.

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (5/4/2021), ia juga mengatakan bahwa 'inang perantara' virus ini belum teridentifikasi.

Baca juga: WHO Kritik Program Vaksinasi Eropa yang Lambat dan Meningkatnya Angka Positif Covid-19

"Beberapa hewan seperti cerpelai, anjing, kucing lokal, singa, harimau dan rakun yang bersentuhan dengan orang yang terinfeksi, dinyatakan positif Covid-19. Proses mempelajari efek virus ini pada spesies hewan lain pun sedang berlangsung," jelas Vujnovic.

Baca juga: Sempat Dianggap Sebagai Obat Ajaib, WHO Larang Ivermectin Digunakan Pada Pasien Covid-19

Vujnovic menegaskan, pentingnya mengetahui hewan mana yang paling rentan terhadap virus ini.

"Hal ini untuk menemukan reservoir hewan potensial lainnya serta untuk menghindari munculnya wabah serupa di masa mendatang," tegas Vujnovic.

Dia  menekankan, WHO sudah merekomendasikan masyarakat yang positif terinfeksi Covid-19 agar membatasi kontak dengan hewan peliharaan.

"Saat ini disarankan agar orang dengan Covid-19 dan orang yang berisiko terpapar, untuk membatasi kontak dengan hewan peliharaan dan hewan lainnya," papar Vujnovic.

Saat virus berpindah diantara populasi manusia dan hewan, modifikasi genetik virus pun dapat terjadi.

"Perubahan ini berpotensi menginfeksi manusia," pungkas Vujnovic.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved