Breaking News:

Penanganan Covid

3.000 Unit Sudah Beredar, UGM Genjot Produksi Alat Genose

Panut Mulyono mengatakan, pihaknya akan terus melakukan inovasi dan menciptakan terobosan demi kemajuan bangsa demi melawan pandemi Covid-19.

TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Sejumlah penumpang sedang melakukan tes oang berlokasi di area gedung parkir lantai 1A yang dilaksanakan oleh Farmalab sebagai penyedia layanan dan Angkasa Pura Supports sebagai mitra penyedia layanan, Rabu (28/4/21). Untuk menghindari penumpukan antrean, calon penumpang yang akan menggunakan layanan GeNose C-19 di bandara dianjurkan dapat tiba di bandara 4 jam sebelum waktu keberangkatan. Layanan GeNose C-19 ini hanya diperuntukan bagi calon penumpang yang telah memiliki tiket pesawat yang berangkat pada hari itu juga dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan tidak diperuntukan bagi masyarakat umum. Bagi calon penumpang yang berencana menggunakan layanan GeNose C-19 di bandara diharapkan dapat memperhatikan waktu operasional layanan, waktu kedatangan di bandara, dan prosedur layanan tersebut. Adapun harga layanan GeNose C-19 di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebesar Rp 40.000,-. Sedangkan waktu operasional layanan GeNose C-19 adalah pukul 09.00 s.d 17.00 WIB dimana telah disediakan dua unit mesin GeNose C-19 sehingga dapat menampung sebanyak 300 kantong perharinya untuk dapat dilakukan pemeriksaan. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pentingnya alat tes Covid-19 yang variatif membuat produksi Genose C19 karya Universitas Gadjah Mada terus digenjot.

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, pihaknya akan terus melakukan inovasi dan menciptakan terobosan demi kemajuan bangsa demi melawan pandemi Covid-19.

Hal itu diwujudkan pada saat masa pandemi Covid-19, mahasiswa UGM telah memproduksi Genose sebanyak 3.000 unit. 

“UGM akan terus melakukan inovasi dan menciptakan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa. Beberapa hasil riset yang dapat dihilirkan menjadi produk-produk komersial,” kata Panut Mulyono, Minggu (2/5/2021). 

Untuk meningkatkan hal tersebut, riset dan inovasi yang dilakukan berdasarkan penelitian dari mahasiswa. Selain itu juga produksi Genose sangat memperhatikan kebutuhan pada tingkat masyarakat. 

Baca juga: 17 Calon Penumpang Kereta Api di Stasiun Cepu Positif Covid-19 dari Hasil Deteksi GeNose 

Buah hasil kerja keras dan inovasi mahasiswa UGM ini telah berhasil membantu pendeteksian dini pandemi Covid-19.

Salah satunya yang populer berupa alat deteksi cepat Covid-19 melalui embusan napas berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dikenal dengan Genose C19.

Baca juga: Layanan GeNose Sudah Tersedia di 21 Bandara

Genose telah digunakan di berbagai tempat pubik dan menjadi syarat kelengkapan perjalanan seperti stasiun kereta api, bandara, serta rumah sakit untuk screening Covid-19.

“Kami sudah produksi 3.000 unit, 2.400 telah beredar dan 600 menunggu pemasangan,” katanya.

Hasil inovasi lain dari UGM adalah mengembangkan ventilator atau alat bantu pernapasan. Alat ini sedang menjalani uji klinis di lapangan dan menunggu untuk proses paparan di Kementerian Kesehatan. Jika semuanya sudah diperoleh akan akan iikuti dengan pengurusan izin edar. 

“Inovasi lainnya CIMEDs (Center for Medical Innovation and Devices). Sejak awalpandemi, pusta kajian ini telah memproduksi berbagai alat pelindung diri (APD),” katanya.

Sejumlah penumpang sedang melakukan tes oang berlokasi di area gedung parkir lantai 1A yang dilaksanakan oleh Farmalab sebagai penyedia layanan dan Angkasa Pura Supports sebagai mitra penyedia layanan, Rabu (28/4/21). Untuk menghindari penumpukan antrean, calon penumpang yang akan menggunakan layanan GeNose C-19 di bandara dianjurkan dapat tiba di bandara 4 jam sebelum waktu keberangkatan. Layanan GeNose C-19 ini hanya diperuntukan bagi calon penumpang yang telah memiliki tiket pesawat yang berangkat pada hari itu juga dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan tidak diperuntukan bagi masyarakat umum. Bagi calon penumpang yang berencana menggunakan layanan GeNose C-19 di bandara diharapkan dapat memperhatikan waktu operasional layanan, waktu kedatangan di bandara, dan prosedur layanan tersebut. Adapun harga layanan GeNose C-19 di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebesar Rp 40.000,-. Sedangkan waktu operasional layanan GeNose C-19 adalah pukul 09.00 s.d 17.00 WIB dimana telah disediakan dua unit mesin GeNose C-19 sehingga dapat menampung sebanyak 300 kantong perharinya untuk dapat dilakukan pemeriksaan. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Sejumlah penumpang sedang melakukan tes oang berlokasi di area gedung parkir lantai 1A yang dilaksanakan oleh Farmalab sebagai penyedia layanan dan Angkasa Pura Supports sebagai mitra penyedia layanan, Rabu (28/4/21).  (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Selain itu, UGM juga berfokus pada program gerakan sosial. UGM memiliki gerakan Sambatan Jogja atau SONJO.

SONJO adalah sebuah gerakan kemanusiaan yang fokus pada upaya membantu masyarakat rentan yang berisiko terdampak Covid-19 di wilayah Jogja dan sekitarnya. 

Penulis: Fandi Permana
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved