BAB si Kecil Bermasalah? Perhatikan Susu Formula yang Dikonsumsi, Pilih yang Berbahan Organik
Karena satu dan lain hal, orangtua tak jarang harus memilih susu formula untuk anak. Tentu tak bisa sembarangan memilihnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Karena satu dan lain hal, orangtua tak jarang harus memilih susu formula untuk anak. Tentu tak bisa sembarangan memilihnya.
Perhatikan nilai gizi, komposisi bahan dan kandungan dan juga jangan lupakan kemungkinan dampaknya untuk anak.
Tak jarang masalah spesifik yang dialami sang buah hati, saat mengonsumsi susu formula.
Pencernaan menjadi salah satu yang harus jadi pertimbangan.
Baca juga: Utang Rp 3,7 Juta untuk Beli Susu Anak, Guru Honorer Ini Malah Terlilit Pinjol hingga Rp 206 Juta
Baca juga: Kulit Sehat dan Glowing Lewat Formula Kombinasi 5 Whitening Agent
Indikator kecocokan si kecil terhadap susu formula yang mudah dilihat adalah bagaimana kelancaran pencernaannya.
Ritme buang air besar (BAN) serta warna pup yang dikeluarkan oleh si kecil bisa jadi penanda.
Jika BAB si kecil tidak lancar atau warna pup yang dikeluarkan lebih gelap, bisa disimpulkan susu formula yang dikonsumsi tidak cocok.
Ketahui Bahaya Berlebihan Konsumsi Bahan Sintetik di Dalam Susu Formula
Dalam mencari yang terbaik untuk anak, sebagian besar orang tua melihatnya dari keunggulan produk tersebut berdasarkan nilai gizinya saja.
Padahal, info komposisi bahan juga harus diperhatikan karena sangat krusial untuk kesehatan anak.
Dengan memerhatikan detail komposisi produk, kita dapat memastikan bahan apa saja yang masuk dalam tubuh si kecil.
Bisa jadi selama ini kandungan dalam komposisi susu yang ia minum sehari-hari mengandung bahan yang berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan.
Berikut 4 komposisi dalam susu formula yang harus diperhatikan:
1. Maltodextrin
Maltodextrin merupakan zat tambahan yang sering digunakan dalam produk makanan dan minuman untuk mengentalkan, menambah volume, meningkatkan konsistensi dan mempertahankan tekstur, dan mengawetkan produk tersebut. Meskipun aman menurut BPOM, apabila mengonsumsi maltodextrin secara berlebihan akan meningkatkan gula darah, menimbulkan risiko radang usus, dan kanker usus besar
2. Perisa Sintetik
Perisa sintetik merupakan senyawa yang dibentuk secara kimia. Zat ini dirancang untuk meniru rasa alami seperti stoberi, cokelat dan sebagainya. Akan tetapi, penggunaan perisa sintetik terlalu sering dapat menimbulkan beberapa reaksi seperti alergi, nyeri dada, kerusakan DNA, fatigue, sakit kepala, tekanan pada sistem saraf, bahkan kerusakan otak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/morinaga-anak-minum-susu.jpg)