Breaking News:

Pemerintah Kembali Ajak Masyarakat untuk Berani Donorkan Darah

Selama Pandemi Covid-19, banyak orang yang merasa khawatir ingin mendonorkan darahnya.

WARTAKOTA/Nur Ichsan
Anggota PMI Kota Tangerang menggelar kegiatan bertajuk Gebyar Humanity In Ramadan di kawasan Jembatan Alamanda, Kecamatan Periuk, Tangerang, Jumat (23/4/2021). Kegiatan yang digelar secara serentak di 13 kecamatan ini diisi dengan acara talkshow, pembagian Covid-19 kit (masker, sabun dan sanitizer), donor darah, santunan anak yatim, kampanye prokes serta mengajak masyarakat untuk peduli kepada penyintas Covid-19. (WARTAKOTA/Nur Ichsan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama Pandemi Covid-19, banyak orang yang merasa khawatir ingin mendonorkan darahnya.

Sehingga, berimbas pada jumlah pendonor yang merosot. 

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Primer RI, drg Saraswati MPH. Beliau mengatakan jika dibandingkan pada tahun 2019 dengan awal Covid-19 masuk ke Indonesia, terjadi penurunan unit transfusi darah (UTD). 

"Membandingkan UTD Rumah Sakit atau TNI pada 2019 dengan 2020, UTD RS atau Tni terjadi penurunan hingga 13-70%. Kalau total donasi berkurang hingga 11-27%," ungkap drg Saraswati pada siaran Radio Kesehatan dikutip  Tribunnews.com, Sabtu (12/6/2021).

Menyikapi hal tersebut maka Direktorat Jenderal Pelayuanan Kesehatan mengeluarkan surat edaran untuk jangan khawatir melakukan donor darah. 

Baca juga: 5 Bahan Makanan Ini Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah

Mengingat saat ini proses transfusi darah sudah menyesuaikan dengan protokol kesehatan.

Baik dari segi pemilahan, penjadwalan hingga prosesi transfusi darah.

Ia juga menyebutkan sebelum melakukan donor darah, UTD sudah melakukan scanning dan protokol kesehatan yang ketat.

Tentunya untuk memastikan keamanan dari pendonor dan petugas.

"Jadi bisa langsung datang unit transfusi darah di kabupaten, kota atau rumah sakit. Dan ada beberapa instansi, penggiat di masyarakat dalam rangka donor darah atau kegiatan sosial sendiri melakukan penyelenggaraan donor darah keliling," tambahnya lagi.

Setelah melakukan scanning, pendonor akan diperiksa bagaimana kondisi tubuh serta hemoglobin.

Jika semua terbilang normal, maka transfusi darah dapat dilakukan.  

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved