Breaking News:

Virus Corona

Cara Mengatasi Kelelahan karena Work from Home

Pandemi membuat adaptasi baru dimana kini banyak kantor menerapkan work from out (WFH).

Angela Lam Turpin
ilustrasi stres WFH 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Pandemi membuat adaptasi baru dimana kini banyak kantor menerapkan work from out (WFH).

Banyak pekerja yang mengeluhkan burnout atau kelelahan karena WFH.

Burnout sendiri merupakan akumulasi dari stres yang ada di dalam diri baik dalam pekerjaan maupun aktifitas lainnya di kehidupan sehari-hari.

Ahli kesehatan jiwa dr Erickson Arthur Siahaan, SpKJ, mengatakan suasana bekerja yang itu-itu saja dalam rumah bisa menimbulkan kebosanan dan ujung-ujungnya tingkat stres itu meningkat karena tubuh itu dan kondisi otak tidak mampu mengatasi akumulasi yang terjadi berulang kali terjadi.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pekerja yang mengalami burnout seperti dikutip dari Dear Doctor FMB9ID, Sabtu (31/7/2021).

Pertama, membuat jadwal secara teratur secara teratur 24 jam, misalnya dari bangun pagi, makan, bekerja sampai jadwal istirahat.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Level 4, Pedagang Warteg: Bagus tapi Bingung karena Tak Ada Pembeli Imbas WFH

"Kita membuat jadwal, kita bisa mengatur alarm itu sebenarnya kapan kita berkegiatan, kapan kita beristirahat dan waktu tidur itu juga perlu. Tidur yang berkualitas 8 jam sehari," ujar dr Erickson.

Kemudian hal yang dapat dilakukan saat mengalami burnout adalah melakukan hobi di sela-sela WFH. Seperti memasak, mendengarkan musik, bernyanyi, atau menonton film.

"Supaya kita tidak merasakan kondisi yang itu-itu saja dalam rumah kita tidak bisa nonton film, bercerita juga dengan orang-orang di rumah kita," ungkapnya.

Ia pun mengingatkan, agar jangan lupa juga mengkonsumsi makanan sehat, bergizi seimbang seperti buah-buahan, sayuran hijau dan hindari juga makanan makanan yang siap saji.

Minum susu atau vitamin dan juga jangan lupa untuk berolahraga lalu bayangkan juga tempat-tempat yang bisa membuat lebih bahagia atau lebih rileks.

"Berpikiri positif bisa mengurangi gejala terkait dengan cemas tapi bila hal tersebut juga tidak cukup membantu teman-teman teman-teman bisa datang ke dokter untuk konsultasi lebih lanjut," pesan dr.Erickson.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved