Jumat, 10 April 2026

Kenali Penyakit Rhinosinusitis, Ketahui Gejala dan Pencegahannya

Rhinosinusitis ini pada prinsipnya diakibatkan dari penyakit-penyakit yang sebelumnya sudah ada, misalnya pada penyakit radang hidung (rhinitis)

Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
indianexpress.com
Ilustrasi - Hidung tersumbat, lendir kental pada hidung, nyeri wajah dan kepala menjadi tanda-tanda menderita penyakit Rhinosinusitis 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di Indonesia, tak sedikit orang yang  mengalami Rhinosinusitis atau peradangan pada bagian hidung dan sinus paranasal.

Biasanya, penyakit ini ditandai gejala antara lain hidung tersumbat, lendir kental pada hidung, nyeri wajah dan kepala.

Rhinosinusitis ini pada prinsipnya diakibatkan dari penyakit-penyakit yang sebelumnya sudah ada, misalnya pada penyakit radang hidung (rhinitis), disebabkan oleh alergi atau perubahan suhu, paparan asap, kelainan anatomi hidung yaitu adanya tulang keras atau tulang rawan yang bengkok yang menyumbat saluran atau muara sinus.

"Sinusitis dapat juga disebabkan oleh sakit gigi yang dinamakan sinusitis dentogen," kata dr Fransiskus H Poluan SpTHT saat edukasi bincang sehat melalui Live Instagram yang diselenggarakan Siloam Hospitals Mampang di Jakarta belum lama ini.

Fransiskus mengatakan, gejala umum yang terjadi yaitu ditemukan adanya hidung tersumbat, kemudian adanya lendir pada lubang hidung.

Lendir yang kental dengan warna hijau, kuning, ataupun berupa kecoklatan.

Baca juga: Musisi Oddie Agam Sakit: Selain Ginjal, Sang Istri Temukan Banyak Lendir dalam Tubuh Suaminya

Bisa juga disertai dengan nyeri pada bagian wajah seperti diatas pipi dan area sekitar tengah antara mata.

"Nyeri ini disebabkan oleh adanya peningkatan tekanan dari cairan di dalam sinusnya ataupun akibat adanya penebalan pada lapisan hidung," ungkap Fransiskus.

Di kalangan usia anak, umum diiringi dengan batuk karena kesulitan dalam upaya mengeluarkan lendirnya.

Pada pemeriksaan dilakukan CT-Scan sinus paranasal agar dapat diketahui apakah ditemukan penumpukan cairan atau penebalan mukosa (lapisan selaput lendir yang berfungsi untuk membuat udara setelah dihirup).

Dapat juga dilakukan pemeriksaan dengan Endoskopi agar diketahui apakah ditemukan adanya pembengkakan atau penyempitan pada saluran muara sinus

Setiap penyakit yang tidak ditangani dengan baik akan berakibat komplikasi, pada kasus rinosinusitis ini bisa berdampak pada mata menjadi bengkak sampai dapat mempengaruhi penglihatan.

Penyakit rhinosinusitis ini tidak selalu harus ditangani dengan tindakan operasi sebagai solusinya.

"Ada tindakan yang bisa dilakukan untuk langkah non operasi seperti misalnya memperbaiki gaya hidup, kemudian menghindari paparan debu yang menyebabkan alergi, olahraga teratur untuk meningkatkan imun tubuh," tutur dokter yang menamatkan pendidikan spesialis THTKL di Unpad melanjutkan sesi edukasinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved