Tips Hindari Paparan Kolesterol Berlebih Saat Konsumsi Daging Merah

Ada cara mudah menghindari kolesterol tinggi usai mengonsumsi daging merah termasuk daging kambing.

Tribunnews/JEPRIMA
Daging sapi segar dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (11/5/2022). Kandungan kolesterol pada daging kambing lebih rendah dibandingkan jenis daging merah lain serta daging ayam. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews, Hasiolan Eko Purwanto
 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jika Anda penyuka daging, ada cara mudah menghindari kolesterol tinggi usai mengonsumsi daging merah termasuk daging kambing.

Di antaranya dengan cara memperhatikan cara memasak dan jumlah batasan kolesterol dalam tubuh serta mengkonsumsi obat yang tepat, khususnya bagi pemilik kadar kolesterol kategori tinggi.

Menurut Medical Affairs Kalbe Nutritionals, dr. Adeline Devita, ternyata daging kambing memiliki angka kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi dan ayam. Artinya, berbeda dengan mitos yang selama ini terjadi.

“Orang-orang tahunya daging kambing tinggi kolesterol jadi identik, takut makan daging kambing, takut kolesterolnya tinggi,” ujar Medical Affairs Kalbe Nutritionals, dr. Adeline Devita, dikutip Selasa (26/7/2022).

Masyarakat, lanjut dia, tidak perlu khawatir menikmati bahan makanan yang mengandung kolesterol. Tetapi, perlu waspada memperhatikan cara memasak dan jumlah batasan kolesterol dalam tubuh, khususnya bagi pemilik kadar kolesterol kategori tinggi.

Ia mengatakan, tingginya angka kolesterol pada makanan tidak hanya berdasarkan kandungan bahan makanannya, melainkan, dipengaruhi juga oleh cara mengolah makanan tersebut.

Baca juga: Penderita Hipertensi Boleh Konsumsi Daging Merah, Asal Lakukan Ini

Begitu pula dengan daging kambing yang sering kali disebut tinggi kolesterol. Faktanya, kandungan kolesterol pada daging kambing lebih rendah dibandingkan jenis daging merah lain serta daging ayam.

Menurut Adeline, cara memasak daging dan campuran bahan masaknya juga dapat mempengaruhi jumlah kolesterol dari suatu bahan makanan.

“Jadi tidak perlu terlalu khawatir, tapi perlu waspada saja apalagi jika kadar kolesterol kita sudah masuk kategori tinggi,” tegas dr. Adeline.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved